Fadli Zon Beri Pesan Bijak Pada Jokowi Agar Jangan Suka Marah
Nasional

Setelah dipilih menjadi salah satu sosok yang akan diberi bintang tanda jasa, Fadli Zon kemudian memberi pesan bijak kepada Presiden Joko Widodo agar jangan suka marah-marah.

WowKeren - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon telah menjadi salah satu sosok yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk diberikan bintang tanda jasa. Kini, Fadli Zon angkat berbicara dan turut memberikan pesan bijaknya kepada Jokowi.

Fadli menasehati Jokowi agar tidak sering marah-marah, khususnya di hadapan publik. Pasalnya, kemarahan yang disampaikan secara terbuka dan terekspos publik dinilai Fadli justru dapat menjadi bumerang ke Jokowi sendiri.

“Seorang presiden ini harus membuat harmoni dan jangan sering-sering marah di depan publik,” kata Fadli seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (13/8) malam. “Bagus di ruang tertutup saja karena itu akan menciprat ke muka sendiri nanti.”

Selain menasehati Jokowi, Fadli juga kembali melancarkan kritikannya terhadap pemerintah terkait kebijakan dalam menangani pandemi virus corona (COVID-19) sejauh ini. Menurutnya, seluruh kebijakan pemerintah dalam menanggulangi pandemi masih belum jelas dan tidak memiliki skenario yang baik.


Politikus Gerindra ini lantas meminta masyarakat agar berani dan tidak ragu untuk mengkritik kebijakan pemerintah saat ini. Apalagi, ia menilai banyak pihak di sekitar Jokowi yang cenderung hanya menyampaikan berita-berita baik dan menutupi berita buruk. Oleh sebab itu, rakyat dinilai dapat ikut menjadi pengawas pemerintah.

”Kadang-kadang orang-orang yang berada di sekitar kepala negara itu bisa hanya membawa berita-berita baik 'Asal bapak senang',” beber Fadli. “Nah, itu kan membahayakan, jadi di situ lah, check and balances itu penting.”

Fadli juga turut mengomentari terkait dirinya yang dinilai mendapatkan bintang tanda jasa Mahaputera Nararya akibat “hobinya” yang vokal mengkritik pemerintah. Namun, ia menegaskan jika dirinya tidak hobi memberi kritik.

Menurutnya, selama ini ia selalu mendukung seluruh keputusan pemerintah dan jika dinilai tidak benar, maka ia melancarkan kritiknya. Oleh sebab itu, pemberian penghargaan tersebut dinilai Fadli sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan pemerintah terhadap segala kritikannya.

“Kalau kebijakannya bagus ya kita dukung, kalau kurang bagus atau keliru ya kita kritik. Masalahnya banyak sekali yang harus dikritik karena kebijakannya banyak yang keliru,” jelas Fadli. “Berarti kritik itu diakui Pemerintah, makanya kalau mau banyak penghargaan, banyak-banyaklah kritik.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts