Insiden Wisatawan Tenggelam, Ini Penyebab Pantai Selatan Yogyakarta Bahaya Untuk Berenang
Nasional

Insiden sejumlah wisatawan dilaporkan tenggelam di Pantai Goa Cemara, ini alasan mengapa orang-orang dilarang keras untuk berenang di pantai selatan Yogyakarta.

WowKeren - Belum lama ini, Yogyakarta dihebohkan dengan berita tenggelamnya sejumlah wisatawan di Pantai Goa Cemara, Bantul pada Kamis (6/8) lalu. Sebanyak 7 orang meninggal akibat terseret gelombang laut. Setelah peristiwa tragis tersebut, tim SAR memberikan peringatan terkait bahayanya pantai selatan.

Pantai Goa Cemara sendiri berada di daerah pantai selatan pulau Jawa. Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah 4 Pantai Samas-Pantai Baru, Nugroho menjelaskan jika seluruh pantai yang masuk daerah pantai selatan berbahaya dan pengunjung dilarang keras untuk berenang, bermain air, atau bahkan hanya sekadar bermain di tepinya.

”Sebenarnya mulai dari titik pantai Depok sampai Glagah itu enggak boleh untuk bermain air,” kata Nugroho seperti dilansir dari Kompas, Selasa (11/8). “Pantai Parangtritis pun sebenarnya harus hati-hati juga walaupun terlihat landai tapi kalau terlena makin selatan ke selatan ya bisa hilang.”

Nugroho menjelaskan jika bahaya di pantai selatan, yakni gelombang laut yang kuat tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Terlebih, siapa saja yang sudah masuk tergulung ombak pantai selatan biasanya sulit untuk bisa dicari lagi.

Banyak warga lokal sekitar pantai selatan yang sudah mengerti bahayanya sehingga enggan bermain di sekitarnya. Nugroho mengatakan jika bulan-bulan ini juga sudah memasuki gelombang laut yang tinggi sehingga semakin meningkatkan bahayanya pantai selatan.


Oleh sebab itu, Nugroho mengingatkan para wisatawan untuk serius dalam mematuhi peringatan tersebut. Menurutnya, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan wisatawan di pantai selain harus berenang. Diantaranya adalah duduk-duduk santai, main pasir, menggelar tikar sembari makan, dan menikmati sunset atau matahari terbenam.

”Bulan Juni, Juli, Agustus itu dikenal pasang surut gelombangnya tinggi. Mungkin sampai September nanti,” jelas Nugroho. “Ke pantai itu ya cuma main pasir di atas saja. Nanti itu air itu sampai atas sendiri, bisa sampai pohon cemara ini.”

"Bisa dilihat kok kalau pantai selatan ini pasti airnya besar itu sampai atas, kalau gak ya landai, enak buat main air, tapi gak bisa diprediksi air di sini,” sambungnya. “Bisa tiba-tiba besar sendirinya.”

Sementara itu, Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 4 Bantul, Dwi Rias Pramuji menjelaskan jika pihaknya telah memasang papan peringatan di sekitar kawasan pantai Goa Cemara. Namun, papan tersebut justru hanyut terbawa arus ombak.

”Kalau untuk imbauan dari pengeras suara khususnya Pantai Goa Cemara memang yang mempunyai pengeras suara dari pokdarwis sini, “ papar Dwi Rias. “Sehingga harusnya juga terlibat dalam pengamanan pantai.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts