Masyarakat Diprediksi Belum Mau Terbang Meski Syarat Rapid Test Dicabut, Ini Alasannya
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Menurut maskapai Sriwijaya Air, penghapusan prosedur tes kesehatan belum dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan jumlah pergerakan penumpang maupun kenaikan pendapatan.

WowKeren - Sebagai langkah untuk menekan penularan virus corona, pemerintah mewajibkan bagi calon penumpang untuk menyertakan syarat rapid test sebelum menggunakan transportasi umum. Tak terkecuali untuk pesawat.

Namun kekinian, pemerintah kabarnya tengah mengkaji untuk menghapus syarat ini. Kendati demikian, jika memang nantinya syarat ini akan dihilangkan maka tak serta merta akan berimbas pada peningkatan penumpang dalam jumlah yang signifikan.

Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Tim Corporate Communication Sriwijaya Air. Menurut maskapai ini, penghapusan prosedur tes kesehatan belum dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan jumlah pergerakan penumpang. Begitu pula dengan meningkatkan pendapatan.

"Untuk masalah rapid test dihilangkan, kami menantikan SE (surat edaran) dari regulator saja," jelasnya seperti dilansir Bisnis, Selasa (8/9). "Namun, rasanya belum bisa dijadikan acuan juga karena klaster-klaster baru selalu tumbuh."


Masih tingginya kasus COVID-19 membuat masyarakat akan berpikir dua kali untuk melakukan perjalanan jauh. Mereka masih khawatir terhadap penularan sehingga akan lebih membatasi diri.

Terkait wacana pencabutan syarat rapid test bagi calon penumpang, hal ini sebelumnya sempat disampaikan oleh Executive Vice President TransNusa Bayu Sutanto. Wacana itu tengah didiskusikan dengan Tim Gugus Tugas COVID-19.

Wacana ini mencuat dalam rangka untuk memulihkan industri transportasi yang tengah anjlok akibat pandemi, terutama penerbangan. kendati demikian, Bayu menyebut jika syarat tes pada dasarnya tak bisa langsung mempengaruhi langsung minat bepergian.

"Masyarakat sebenarnya, mau ada swab atau rapid, lebih takut terhadap risiko penularan di bandara, atau setelah sampai di tempat tujuan," ungkap Bayu. "Tidak korelasi langsung dengan minat bepergian."

Penerapan syarat wajib tes COVID-19 bagi calon penumpang sebelumnya menuai pro kontra. Kabar terkait wacana ini pernah disinggung oleh Ketua Tim Pakar Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. "Iya, sedang dibicarakan detail pelaksanaannya," kata Wiku dilansir CNBC Indonesia.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts