Diburu Masyarakat, Pulse Oximeter Ternyata Miliki Kelemahan Ini
Nasional

Pulse oximeter tengah diburu saat ini lantaran berfungsi untuk mengecek kadar oksigen pada pasien COVID-19 dan mencegah terjadinya happy hypoxia yang bisa mengancam nyawa. Namun, alat ini ternyata memiliki kelemahan.

WowKeren - Semenjak gejala happy hypoxia dibahas di Indonesia, banyak warga yang memburu pulse oximeter. Pasalnya, alat tersebut dapat digunakan untuk mengecek kadar oksigen pada pasien COVID-19 untuk mencegah terjadinya happy hypoxia yang bisa mengancam nyawa.

Masuknya virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan menyebabkan peradangan pada paru-paru dan bisa berdampak negatif terhadap kadar oksigen dalam darah. Kerusakan oksigen bisa terjadi pada berbagai tahap, dan bisa dialami oleh pasien tanpa gejala.

Namun perlu diketahui jika pulse oximeter tidak dapat digunakan begitu saja untuk mendeteksi keberadaan virus. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito Anggarino Damay mengatakan, pulse oximeter diperlukan untuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan yang dirawat mandiri.


"Seseorang yang (mengalami) happy hypoxia mungkin ada gejala ringan yang tidak disadari, bukan sama sekali tidak bergejala," ujar Vito dilansir Antara, Rabu (9/9). "Mungkin perlu disediakan di rumah untuk mereka yang terinfeksi COVID-19 dengan gejala ringan."

Kendati demikian, tak semua pasien COVID-19 dipastikan mengalami penurunan kadar oksigen. Ada beberapa pasien dengan gejala parah tapi memiliki kadar oksigen yang normal, bahkan tak pernah di bawah 95 persen. Kadar normal oksigen berkisar antara 95-100 persen.

Oleh karena itu, pulse oximeter tak bisa dianggap sebagai tes screening untuk COVID-19. "Memiliki tingkat oksigen yang normal tak berarti Anda bebas dari infeksi. Pengujian formal masih diperlukan untuk mengetahui keberadaan virus," ujar ahli pulmonologi, Tim Connoly dalam laman resmi Houston Methodist, pusat medis di Texas Medical Center.

Alih-alih menjadikan oximeter sebagai alat deteksi infeksi virus corona penyebab COVID-19, para ahli tetap menyarankan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan yang tepat. Pulse oximeter tetap tidak akan berguna jika seseorang lalai dalam menjalankan protokol kesehatan.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait