Sempat Dirawat di Rumah Sakit, Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama Tutup Usia
Nasional

Sebelum meninggal dunia, jurnalis senior sekaligus pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

WowKeren - Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (9/9) hari ini. Melansir Kompas TV, Jakob tutup usia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Telah meninggal dunia pendiri Kompas Gramedia, Pak Jakob Oetama," demikian pernyataan Kompas TV. Adapun tokoh pers Indonesia tersebut meninggal dunia di usia 88 tahun.

Pihak keluarga Jakob dilaporkan sudah datang ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Rencananya, jenazah Jakob akan dibawa ke tempat persemayaman di Gedung Kompas Gramedia.

Kabar duka ini langsung menjadi trending topic di Twitter Indonesia. Kata kunci "Pak Jakob Oetama" masuk dalam jajaran trending topic pada Rabu (9/9) siang. Warganet pun menyampaikan bela sungkawa mereka atas kepergian Jakob.


"Innalillahi, Pak Jakob Oetama meninggal dunia. Bapakku dulu selalu menekankan ke anak- anaknya untuk baca KOMPAS. Supaya pintar, katanya. Dan harus diakui KOMPAS cetak memang belum tergoyahkan kualitasnya sampai sekarang. Terima kasih, Pak Jakob," tulis akun @yo***ha. "Selamat Jalan Pak Jakob Oetama. Terimakasih atas mahakarya dan dedikasimu untuk nilai-nilai jurnalisme di Nusantara. Selamat berkarya di dimensi lain. Kami membanggakanmu," tambah akun @Mi***17.

"RIP Pak Jakob Oetama. Terima kasih atas segala inspirasi dan prinsip hidup yang telah ditularkan kepada semua karyawan Kompas Gramedia. Semoga kami bisa meneruskan warisan hebat yang telah Pak JO berikan kepada kami semua," komentar akun @fi***is. "Turut berdukacita atas meninggalnya Pak Jakob Oetama beliau merupakan tokoh jurnalistik yang saya kagumi sejak mahasiswa semoga keluarga almarhum diberi keikhlasan dan kesabaran," timpal akun @an***s4.

Diketahui, mendiang Jakob mengawali kariernya sebagai jurnalis dengan menjadi redaktur di majalah mingguan Penabur pada 1956. Kemudian Jakob menerbitkan majalah Intisari bersama rekannya sesama jurnalis, PK Ojong, pada 1963.

Mereka lantas mendirikan harian Kompas pada 28 Juni 1965. Kompas pun berkembang pesat di bawah kepemimpinan Jakob hingga kini memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak di bidang media massa, percetakan, hingga universitas.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts