Sebelumnya, putra Chintami Atmanegara dilaporkan wanita yang mengaku menjadi korban penganiayaan. Kali ini, giliran pihak Chintami yang memberikan klarifikasi.
- Eva Ayu Rahmawati
- Rabu, 09 September 2020 - 20:13 WIB
WowKeren - Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Dio Alif Utama membuat sang bunda, Chintami Atmanegara tak tinggal diam. Kali ini, Chintami bersama sang kuasa hukum menggelar jumpa pers untuk memberikan klarifikasi atas kasus tersebut.
Menurut Chintami, wanita bernama Deanni Ivanda yang mengaku dianiaya oleh putranya bekerja sebagai admin. Artis berusia 58 tahun tersebut bercerita bahwa awalnya ia menawari pekerjaan untuk Deanni, agar bisa mendapatkan penghasilan serta tak hidup luntang-lantung.
"Saya menawarkan dia untuk menjadi admin, jadi sebetulnya dia itu bukan karyawan saya tapi saya hanya menawarkan saja. Saya panggil, sering juga saya kasih nasihat. Terus akhirnya dia mau jadi admin, oke dibayar," ujar Chintami kepada WowKeren di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (9/9). "Jadi kamu sedikit punya uang, daripada kamu hidupnya seperti ini. Pulang pagi, jadi dia hidupnya terbalik gitu, siang jadi malam, malam jadi pagi gitu, saya jadi terenyuh aja. Dia kan orangtuanya enggak ada, hidup sebatang kara, ibunya ada tapi jauh di Bali katanya."
Lebih lanjut, Chintami juga mengarahkan Deanni agar bekerja sesuai dengan jadwal yang ia tentukan. Namun Chintami mengungkapkan bahwa gaya hidup Deanni tak berubah meskipun sudah sekitar 3 bulan bekerja dengannya.
"Akhirnya sempat sekali dua kali jadi admin, hanya 2 minggu berturut-turut. Mungkin dia sudah terima uang, ya maksud saya dia punya uang itu kan dia bisa mencari kos gitu kan, tempat lain atau bagaimana," sambung Chintami. "Tapi saya lihat setelah itu kok malah jadi hidupnya malah jadi semakin enggak karuan gitu. Pergi enggak bilang, pulang pagi. Dia loncat pagar. Terus dia tidur dari pagi dia pulang 24 jam, enggak keluar-keluar dari kamar."
Selain itu, pihak Chintami pun berusaha menegur Deanni namun tak berhasil, sehingga muncul rasa takut dan curiga. Chintami pun curhat kepada sang putra tentang perilaku buruk Deanni dan ingin memberhentikannya.
"Ada dong rasa takut, rasa curiga. Kita takut mungkin dia menggunakan hal-hal yang dilarang dibawa ke rumah," ucap Yasmine Soerahman selaku pengacara Chintami. "Iya terus saya bilang, karena saya udah mulai enggak nyaman buat saya attitude-nya ya. Jadi saya panggil saya bilang, 'Dea tante minta maaf, sepertinya kamu enggak bisa lagi tinggal di sini'," timpal Chintami.
Pihak Chintami pun membantah mengusir Deanni dengan cara yang kasar, seperti menyeret hingga menendangnya. Namun Deanni mendadak naik pitam hingga membanting barang-barang Chintami.
"Sewaktu kita minta dia pergi kita enggak usir ya, kita minta pergi ngomong baik-baik ya dan dia udah diomongin dari awal. Malah nantangin mau jual ginjal dan itu kan enggak pantas," papar Yasmine. "Dan pada hari H dia malah marah-marah, dia yang banting barang. Jadi dia langsung marah dia enggak senang hati, nadanya kasar ya."
(wk/evaa)