BUMN Waspadai Hilangnya 75 Juta Lapangan Kerja  2 Tahun Ke Depan
Nasional

Kendati demikian, dalam sebuah prediksi global, sebanyak 133 juta pekerjaan baru akan tercipta di era disrupsi ini seiring dengan tergerusnya lapangan kerja akibat teknologi.

WowKeren - Persoalan lapangan kerja masih terjadi di Indonesia. Terlebih lagi dengan semakin berkembangnya teknologi yang memungkinkan adanya otomatisasi mesin.

Hal ini tentu akan berdampak pada jenis pekerjaan tertentu yang sudah tak akan lagi menggunakan tenaga manusia. Ini juga bisa menjadi ancaman bagi tenaga kerja manusia ke depannya.

Bahkan Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni menyebut jika dalam dua tahun akan ada 75 juta pekerjaan yang akan hilang. Jenis pekerjaan yang terancam hilang adalah yang sifatnya rutin dan administratif sehingga mudah digantikan oleh teknologi.

"Yang perlu kita waspadai adalah ada ancaman job-job yang akan hilang. Diperkirakan 75 juta job akan hilang dalam dua tahun ke depan," kata Alex menjelaskan seperti dilansir Kumparan, Selasa (15/9). "Yang sifatnya pekerjaan rutin, administratif, dan transaksional yang gampang sekali dibidik teknologi."


Kendati demikian, perlu juga digarisbawahi jika tak hanya tergerusnya lapangan kerja tertentu namun juga akan ada lapangan-lapangan kerja baru yang bermunculan sebagai gantinya. Bahkan jumlah lapangan kerja baru ini akan jauh lebih banyak dari yang hilang.

Denni menyebut, dalam sebuah prediksi global, sebanyak 133 juta pekerjaan baru akan tercipta di era disrupsi ini. Karena perkembangan teknologi ini tak bisa dihindari maka BUMN pun juga dituntut untuk menyesuaikan diri.

Ia kemudian mencontohkan pekerjaan transaksional pada jalan tol. Jika sebelumnya pembayaran tol dilakukan di loket yang diisi tenaga manusia maka seiring berkembangnya teknologi, pembayaran ini dilakukan melalui mesin otomatis.

"Tahun lalu saya di Jasa Marga (sebagai direktur), itu ada pekerjaan transaksional seperti (layanan pembayaran) ada di tol, otomatis pekerjaan yang berada di ujung yang berpotensi digantikan teknologi," ujarnya menjelaskan. "Mudah-mudahan kita bisa create job lain."

Tak hanya di tol, hal serupa juga terjadi di Pos Indonesia. Jika dulu pengiriman surat marak dilakukan lewat jasa pos maka hal itu semakin dipermudah saat ini dengan teknologi ponsel pintar.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait