Sikap Tenang Pelaku Mutilasi di Kalibata City Jadi Sorotan Pihak Kepolisian
Pxhere/Ilustrasi
Nasional

Polisi telah menangkap kedua pelaku pembunuhan keji terhadap RHW (33) di Kalibata City yang ternyata merupakan sepasang kekasih. Mereka adalah DAF (26) dan LAS (27).

WowKeren - Kasus pembunuhan keji terhadap seorang pria berinisial RHW (33) di Kalibata City, Jakarta terus menyita perhatian publik. Jenazah RHW diketahui ditemukan pada Rabu (16/9) lalu dan dimutilasi hingga 11 bagian sebelum akhirnya disimpan ke dalam koper.

Polisi telah menangkap kedua pelaku pembunuhan yang merupakan sepasang kekasih. Mereka adalah DAF (26) dan LAS (27). Menurut keterangan polisi, RHW dibunuh DAF ketika sedang berhubungan badan dengan LAS. Motif pembunuhan diduga karena kedua tersangka berniat untuk menguasai harta sang korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes, Yusri Yunus menyoroti sikap tenang DAF (26), salah satu pelaku mutilasi RHW. Dari 37 adegan rekonstruksi yang dilakukan, peran DAF lebih banyak dibanding dengan tersangka LAS (27).

"Ketenangan yang seperti itu karena yang banyak melakukan di sini tersangka DAF ini, inilah yang nantinya akan kita antar ke psikiater. Tapi kalau dilihat dari bentuknya, tidak ada sakit jiwanya, tidak ada. Orang normal dia," ujar Yusri dilansir Detiknews.


Potongan tubuh korban RHW disimpan selama 3 hari di Apartemen Mansion. Setelah itu pada Sabtu (12/9), kedua pelaku membawa potongan tubuh korban ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, menggunakan koper.

"Setelah kita rekonstruksi tanggal 9 (September) dieksekusi, ditinggalkan dulu 3 hari di situ. Dia perpanjang lagi di penginapan di Pasar Baru. Sampai eksekusi tanggal 12, 12 itu cuma badannya di tengah dan tangan masukin ke koper langsung diantar ke Kalibata," imbuh Yusri.

"Tanggal 13 (September), baru yang (potongan tubuh) atas lagi. Bahkan sempat menginap di situ satu malam bersama-sama dengan jenazahnya. Alasannya kecapean, ketiduran," lanjut Yusri.

"Bahkan tanggal 14, 15, 16 (September) dilakukan pembersihan. Dia beli sendiri cat, dia beli sendiri seprai. Dia cuci sampai tanggal 16 itu. Tapi setelah tanggal 15 itu, dia sewa lagi namanya rumah yang ada di Cimanggis, yang dia niatkan untuk mengubur. Bahkan sudah digali," pungkas Yusri.

Sementara itu, terungkapnya pembunuhan keji ini tak lepas dari peran keluarga korban yang melaporkan ke Polda Metro Jaya lantaran RHW tak ada kabar selama beberapa hari. Diungkap pihak keluarga, RHW rupanya terakhir kali berhubungan dengan sang ibu, Sulistyani, pada Rabu (9/9) pekan lalu.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts