TNI Diduga Tembak Pendeta Di Papua Hingga Tewas, Jemaat Gereja Lari Ketakutan Ke Hutan
Nasional

Peristiwa berdarah, Tentara Nasional Indonesia diduga telah menembak seorang pendeta di Papua hingga tewas. Akibatnya, jemaat gereja dilaporkan lari ketakutan dan bersembunyi.

WowKeren - Peristiwa berdarah kembali terjadi di Papua. Seorang pendeta di Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang bernama Yeremia Zanambani diduga ditembak oleh aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga tewas pada Sabtu (19/9).

Dilansir dari CNNIndonesia, dugaan ini diungkapkan oleh pihak GKII yang berada di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Dalam akun Facebook-nya, GKKI memberikan pernyataan soal terbunuhnya Pendeta Yeremia.

Kepala Sekretariat GKII Pusat, Yahya Jahatela juga telah mengkonfirmasi langsung informasi ini. Ia menjelaskan kronologi tertembaknya Yeremia, dimana sang pendeta ditembak sewaktu pergi ke kandang babi miliknya.

"Iya, betul (peristiwa penembakan)," kata Yahya seperti dilansir dari CNNIndonesia, Senin (21/9). "Saat ini kami masih menunggu informasi data tertulis dari wilayah Papua, tapi informasi itu memang benar."


Akibat dari peristiwa penembakan tersebut, para jemaat gereja langsung ketakutan dan lari ke hutan untuk bersembunyi. Selain itu, Yahya mengungkapkan setidaknya tujuh hingga delapan gereja saat ini sudah kosong akibat banyak jemaat yang melarikan diri. "Para jemaat lari ke hutan karena ketakutan," ujar Yahya.

Kematian Pendeta Yeremia ini diungkapkan GKII menjadi pukulan berat bagi penduduk Intan Jaya. Terlebih, Ketua Klasis (Daerah) Hitadipa Kabupaten Intan Jaya itu merupakan tokoh rohani bagi orang Moni. Mendiang dianggap sebagai seorang penginjil yang setia dan berintegritas serta penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Moni.

Sementara itu, pihak TNI telah memberikan pernyataan yang berbeda. Kepala Penerangan Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa menyatakan Pendeta Yeremia Zanambani meninggal dunia setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Ia menganggap pihak gereja telah melontarkan fitnah seputar penyebab kematian Pendeta Yeremia.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini," kata Suriastawa dalam keterangan resminya, Minggu (20/9). "Jelas sudah setingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang SU (Sidang Umum) PBB."

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts