Viral Pasien Positif COVID-19 di Semarang Diduga Sengaja Jalan-Jalan, Gugus Tugas Sigap Jemput Paksa
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pasien ini rupanya berencana untuk menularkan virus Corona yang menginfeksi tubuhnya. Rencana meresahkan ini terungkap lewat potongan percakapan yang menjadi viral di media sosial.

WowKeren - Sudah menjadi keharusan bagi individu yang positif atau diduga COVID-19, baik dengan atau tanpa gejala, untuk mengisolasi diri. Namun belum lama ini beredar viral pengakuan warga Kota Semarang yang mengaku sengaja berjalan-jalan demi menyebarkan virus Corona.

Percakapan yang viral di media sosial itu terjadi antara F dan L. Dalam percakapannya, F berusaha memprovokasi agar L juga mau berjalan-jalan karena memang sebagai orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 masih bisa beraktivitas selayaknya orang normal.

"Mulai sekarang dak sah takut. Dulu aku ya takut. Nyatane aku tertular kan," tulis F dalam pesan tersebut. "Dak sah mikir orang lain. Kita bebas kok mau apa. Hidup2 kita."

"Mami aku Rico semua positif. Hayoo mau kita buat semua Jrakah positif?m. Bisa lho," imbuhnya, masih berusaha memprovokasi. "Semuaa covid. Papaku dak ada karena covid. Napa dak semua sekalian. Hancur lah semua sekalian kan. Adil to."

Viral Pasien Positif COVID-19 di Semarang Diduga Sengaja Jalan-Jalan, Gugus Tugas Sigap Jemput Paksa

Twitter

Bocornya percakapan ini di media sosial tentu saja meresahkan masyarakat, yang beruntung langsung ditanggapi dengan sigap oleh Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Semarang. Dan belakangan salah satu yang terlibat dalam percakapan itu, L, sudah dijemput Gugus Tugas untuk diisolasi di fasilitas kesehatan pemerintah sesuai dengan instruksi awal.


"Sebenarnya beberapa waktu lalu kami melalui Puskesmas Karanganyar sudah melakukan penanganan kepada keluarga F dan L," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, Sabtu (19/9). "L sendiri sebenarnya melakukan isolasi mandiri di rumah karena takut di Rumdin dan dari pihak Puskesmas Karanganyar mengizinkan dengan pemantauan ketat."

"Sudah (dijemput), sekitar pukul 17.00 WIB tadi dengan dibawa ambulans siaga menuju Rumdin," terang Hakam, dilansir dari Kompas, Senin (21/9). "L dan kedua anaknya saat ini sudah selesai melakukan pemeriksaan dan administrasi, kemudian sudah menempati tempat isolasi."

Sedangkan F tidak memungkinkan untuk dijemput tim Gugus Tugas karena harus merawat ibunya yang saat ini baru kembali dari rumah sakit akibat tertular COVID-19. "F ini anak tunggal, jadi tidak punya saudara yang bisa merawat ibunya," kata Hakam.

Kondisi psikologis ibu F saat ini sedang terguncang usai ditinggal sang suami sehingga F memang harus merawat sendiri. Namun demikian, Gugus Tugas memastikan isolasi F dalam pengawasan ketat.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, sendiri sudah meyakinkan bahwa kedua warga itu tak akan bepergian. Dan percakapan yang bocor merupakan kesalahpahaman antartetangga belaka. Hendrar berharap masyarakat Kota Semarang tak lagi resah atas kabar ini.

"Tadi sore sudah melakukan mediasi kepada pasien yang bersangkutan. Ini hanya salah paham antara tetangga yang kemudian tersebar komunikasinya melalui WA," terang Hendrar.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts