Pemerintah RI Minta Masker Tetap Dipakai di Dalam Rumah, Warga Pertanyakan Ini
pixnio.com
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, imbauan tetap pakai masker meski berada di dalam rumah disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

WowKeren - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati meminta agar masyarakat tetap menggunakan masker meski berada di dalam rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya penularan virus corona (COVID-19) di kalangan keluarga.

"Terutamanya perempuan sebagai manajer rumah tangga harus mengingatkan keluarganya. Walaupun di dalam rumah kami sarankan untuk tetap memakai masker," terang Bintang pada Kamis (24/9) lalu. "Apalagi di dalam keluarga ada kelompok rentan balita dan lansia."

Imbauan ini lantas menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Bagaimana bentuk pengawasan pemakaian masker di dalam rumah?

Seorang mahasiswa di Tangerang Selatan, Banten, bernama Vanya Fahira menilai imbauan ini akan sulit dilakukan jika masyarakat sendiri belum paham akan pentingnya menggunakan masker di dalam rumah. Pemakaian masker di dalam rumah juga dinilai tidak akan bisa diawasi, berbeda dengan kewajiban mengenakan masker di ruang publik.

"Diwajibin pakai masker nih di rumah. Tapi dengan enggak pakai masker, emang siapa yang tahu gitu?" tutur Vanya dilansir CNN Indonesia pada Sabtu (26/9). "Dan siapa yang periksa? Jadi enggak ada poinnya."


Meski demikian, Vanya mengaku dirinya tetap memakai masker di dalam rumah ketika tinggal di kediaman kakek-neneknya. Karena masih beraktivitas di luar rumah, Vanya khawatir dirinya bisa menjadi carrier COVID-19 bagi kakek dan neneknya.

"Karena aku masih suka keluar- keluar, jadi kalau keluar kamar di rumah pakai masker," jelas Vanya. "Karena grandpa dan grandma sudah tua, kalau COVID kan pasti nyerangnya bisa fatal. Jadi inisiatif aja."

Sementara itu, warga Jakarta Selatan bernama Bientono Soedjito menilai protokol kesehatan yang kaku di lingkungan keluarga akan sulit diterapkan di rumahnya. Ayah dari enam orang anak ini menjelaskan bahwa mobilitas di rumahnya tinggi.

Pasalnya, satu rumah diisi oleh sembilan orang anggota keluarga, dan tak jarang satu kamar berisi lebih dari dua orang. Dengan demikian, aturan wajib pakai masker di dalam rumah akan membuat anggota keluarganya harus menggunakan masker seharian. Menurutnya, hal ini tidak memungkinkan.

"Kan mengganggu juga untuk komunikasi. Tidak bisa bebas bernapas. Kalau 24 jam ya sepertinya sulit," pungkas Bientono. "Tapi kalau satu atau dua jam, it's okay lah."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts