Heboh Gunung Salak 'Terbelah', BNPB Minta Warga Waspadai Potensi Longsor
Twitter/BNPB_Indonesia
Nasional

Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1 melaporkan jika pada Kamis (24/9) curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap.

WowKeren - Kabar di media sosial menyebut jika hujan yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan Gunung Salak seolah "terbelah". Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) pun menanggapi hal ini.

BNPB menilai jika penampakan "terbelah" pada gunung yang ada di Jawa Barat tersebut merupakan salah satu titik longsoran yang dipicu hujan lebat pada Senin (21/9).

Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1 melaporkan jika pada Kamis (24/9) curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air Sungai Cikedung meluap dan longsoran di bibir sungai. Adapun wilayah yang dipantau adalah Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan jika luapan sungai terjadi lantaran dipicu oleh kondisi jalur sungai yang sudah rusak.

"Luapan Sungai Cikedung juga dipicu oleh rusaknya jalur sungai," kata Doni, Sabtu (26/9). "Seperti pendalaman dan pelebaran jalur sungai, serta kerusakan lain di bagian hilir."


Adapun kerusakan yang dimaksud misalnya tertutupnya akses jalan dari Kampung Palalangon dan Kampung Loji. Selain itu ada juga longsor di tiga wilayah yang menimpa rumah warga, musola dan jembatan penghubung Palalangon dan Loji.

Dari survei yang dilakukan di hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak 3, diketahui jika terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras pada Senin lalu. Berdasarkan pemantauan Tim Resort Salak 1 dan Pusat Swaka Elang Jawa (PSSEJ), tidak ditemukan adanya bekas penebangan liar.

Sedangkan kayu yang dibawa air sungai diakibatkan longsoran sepanjang aliran sungai. Pada cuaca normal, aliran sungai memang sangat kecil. Namun saat hujan deras atau ekstrem akan bisa membesar.

Oleh sebab itu, Doni meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengingatkan masyarakat agar berhati-hati. Terutama yang tinggal di bagian bawah dan sekitar kawasan sungai.

"Jangan sampai kena material longsor," tutur Doni. "Kalau ada yang berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts