Marak Ajakan Group Chat Tawarkan Vaksin COVID-19, BNPB Imbau Publik Waspada
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan jika ajakan masuk grup terkait informasi penyebaran dan vaksin COVID-19 itu bukanlah berasal dari lembaga tersebut

WowKeren - Tak mengherankan jika saat ini banyak orang yang menanti-nanti produksi vaksin COVID-19. Keberadaan vaksin diyakini bisa menjadi solusi untuk pandemi ini, meskipun pakar menyebut hal itu bukanlah solusi yang utama.

Kekinian, beredar pesan yang berisi ajakan untuk masuk ke grup percakapan WhatsApp dengan iming-iming pembagian vaksin COVID-19. Pesan ini marak beredar di kalangan pengguna smartphone pada akhir September.

Tak hanya iming-iming vaksin COVID-19, pesan tersebut juga menyebut akan memberikan informasi mengenai kondisi penyebaran virus corona di tempat tinggal pengguna aplikasi.

Si pengirim pesan, menyebut jika pengguna perlu menginformasikan kode yang akan dikirim melalui SMS ke nomor pengguna. Kode ini disebut sebagai syarat keamanan grup tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun buka suara menanggapi hal ini. BNPB menegaskan jika ajakan masuk grup terkait informasi penyebaran dan vaksin COVID-19 itu bukanlah berasal dari lembaga tersebut.


Hal itu disampaikan oleh BNPB melalui akun Twitter resminya pada Senin (21/9). BNPB meminta agar masyarakat tetap waspada menanggapi informasi-informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan semacam ini.

"Halo, terima kasih atas laporannya dan mimin informasikan bahwa informasi tersebut bukan dari BNPB," tulis BNPB. "Mohon tetap waspada terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan."

Untuk informasi yang akurat, publik diimbau untuk terus memantaunya dari akun media sosial resmi milik kementerian atau lembaga terkait.

"Ikuti dan pantau informasi resmi hanya melalui media sosial dan laman resmi K/L terkait, Terima kasih," lanjut BNPB.

Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo menegaskan jika pemerintah tidak pernah membuat program semacam itu. Ia mengingatkan jika upaya tersebut berpotensi sebagai salah satu bentuk penipuan.

"Masukin member ke WA grup setahu saya tidak perlu security code," kata Agus dilansir Kompas. "Biasanya yang minta security code itu kemungkinan penipuan. WA kita bisa dibajak."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts