Pesan Bijak Novel Baswedan Bagi Rekan Yang Tinggalkan KPK
Nasional

Novel Baswedan memberikan doa dan pesan bijaknya kepada rekan kerjanya yang baru saja memutuskan untuk meninggalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

WowKeren - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ikut mengomentari mengenai mundurnya beberapa rekannya dari KPK. Seperti yang diketahui, Kabiro Humas KPK Febri Diansyah telah memutuskan mundur dari KPK beberapa waktu lalu.

Tidak lama berselang setelah Febri mundur, kini ada pegawai KPK lainnya bernama Indra Mantong yang juga memutuskan mundur. Febri kemudian mengungkapkan jika sosok Indra telah mengabdi di lembaga antirasuah hampir selama 15 tahun lamanya.

”Hari ini, 'melepas' seorang teman lagi,” ungkap Febri di media sosialnya seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (1/10). “Setelah 14 tahun 9 bulan ia mengabdi di KPK.”

Pernyataan Febri yang melepas salah satu temannya tersebut rupanya mendapatkan tanggapan dari Novel. Ia turut memberikan pesan bijak dan doanya bagi Febri ataupun Indra yang memutuskan mundur dari KPK.

”Tetap semangat kawan, terus berjuang di mana pun berada,” ungkap Novel yang memberikan pesan dukungan. “Karena pejuang itu akan terus berjuang sampai akhir.”


Berdasarkan catatan KPK, sudah ada 31 pegawai yang mundur sejak Januari hingga September 2020. Febri Diansyah yang merupakan mantan juru bicara KPK, belum termasuk di antaranya karena surat pengunduran dirinya masih diproses.

Sebelumnya, keputusan Febri untuk mundur dari KPK mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Bahkan sempat terjadi silang pendapat antara Febri dengan pimpinan KPK terkait pernyataan “pejuang tinggalkan gelanggang”.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron secara tersirat mengatakan jika Febri bukanlah sosok pejuang. Pasalnya, pejuang tidak akan meninggalkan gelanggang sebelum kemenangan diraih walau kancah perjuangan antikorupsi kini berubah seperti apa pun.

Febri sendiri hanya menanggapi sindiran Ghufron dengan kalem. Ia juga tidak balas menyindir dan malah turut memuji sosok Nurul Ghufron yang dihormatinya.

”Terima kasih, Pak Ghufron. hormat saya untuk anda,” kata Febri. “Mungkin bagi Pak Ghufron, label pejuang itu penting ya, tapi bagi saya tidak penting yang paling penting adalah bagaimana kita bisa berguna apa yang kita lakukan itu bermanfaat bagi orang.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts