Taliban ungkap alasan mendukung terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Pilpres AS karena dinilai sebagai pemimpin bijak. Mereka juga turut singgung kesehatan Trump yang bikin khawatir.
- Ruth Meliana
- Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:07 WIB
WowKeren - Kelompok Taliban memberikan dukungan penuh bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memenangkan Pilpres AS pada November mendatang. Dukungan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Dilansir dari CBS News, Mujahid menyatakan jika pihaknya yakin Trump akan kembali menduduki Gedung Putih mengalahkan rivalnya, Joe Biden. Ia mengamini jika sosok Trump memang dianggap konyol di mata dunia. Namun, Mujahid menegaskan jika Trump merupakan sosok pemimpin yang jujur, waras, dan bijak bagi Taliban.
"Kami yakin Trump akan memenangkan pemilihan yang akan datang karena dia membuktikan janji yang dia buat kepada rakyat Amerika," kata Mujahid dalam wawancara dengan CBS News, Sabtu (10/10). "Trump mungkin konyol bagi seluruh dunia, tetapi dia waras dan bijak untuk Taliban."
Dukungan Taliban pada Trump ini rupanya ditunjukkan setelah orang nomor satu di Amerika tersebut berniat menarik pasukan AS di Afghanistan setelah 19 tahun. Bahkan, Trump menjanjikan akan memulangkan seluruh pasukan militer AS paling lambat pada Natal 2020 mendatang.
Sementara itu, pemimpin senior Taliban lainnya turut menyampaikan kekhawatirannya mengenai kesehatan Trump. Kekhawatiran ini muncul setelah Trump mengumumkan terinfeksi virus corona pada awal Oktober lalu.
"Ketika kami mendengar tentang Trump positif COVID-19, kami mengkhawatirkan kesehatannya," ungkap seorang pemimpin senior Taliban seperti dilansir dari CBS News, Jumat (9/10). "Tetapi tampaknya dia semakin membaik."
Sebagai informasi, pemerintahan Presiden Trump menjadi bersejarah pada Februari lalu. Pasalnya, ia telah menandatangani perjanjian dengan Taliban dalam sebuah perundingan di Doha, Qatar. Perundingan ini menyepakati penarikan pasukan AS dari Afghanistan setelah hampir 20 tahun.
Kini, Pemerintah Afghanistan dan perwakilan Taliban masih terus mengadakan perundingan intra-Afghanistan di Doha untuk membahas kesepakatan perdamaian. Invasi AS di Afghanistan sendiri dimulai pada tahun 2001 silam pasca serangan teror 11 September. Taliban dinilai memiliki andil dalam salah satu serangan teror terbesar di dunia tersebut.
(wk/lian)