Isi WAG KAMI Medan Dianggap Mengerikan, Terungkap Rancang Skenario Seperti Kerusuhan 98
Nasional
Pengesahan UU Cipta Kerja

Polisi sebelumnya menyebut isi percakapan di WAG anggota-petinggi KAMI Medan sangat mengerikan. Dan kekinian terungkap sempat merancang skenario seperti kerusuhan 1998.

WowKeren - Polisi menciduk 8 anggota dan petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terkait dengan kerusuhan di demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law. Terkait penangkapan ini, polisi menyebut 4 anggota-petinggi KAMI Medan sudah menyusun skenario mengerikan lewat grup WhatsApp.

Isi percakapan itu pun dibuka oleh pihak kepolisian dalam konferensi pers Kamis (15/10) malam tadi. "Dari empat tersangka ini yang pertama KA ini dia perannya adalah sebagai admin WAG (WhatsApp Grup) Medan KAMI," beber Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Kamis (15/10).

Menurut Argo, salah satu pernyataan KA, yang juga Ketua KAMI Medan itu, yang mengandung unsur kebencian serta penghasutan adalah menyebut Gedung DPR RI sebagai kantor sarang maling dan setan. KA juga disebutkan turut menjadi provokator agar Gedung DPRD Sumatera Utara diserang massa.

"Kemudian juga ada tulisannya kalian jangan takut dan jangan mundur. Ada di WAG ini yang kita jadikan barang bukti," imbuh Argo, dilansir dari Suara, Jumat (16/10).


Selain KA, polisi juga membongkar peran anggota KAMI Medan berinisial JG. Bahkan, imbuh Argo, JG melakukan penghasutan samapi level untuk menciptakan kerusuhan seperti tragedi 1998.

"JG ini di dalam WA group tadi menyampaikan 'batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang, dan bensin bisa berceceran' dan sebagainya di sana," terang Argo. "Kemudian ada juga menyampaikannya 'buat skenario seperti 98, penjarahan toko Tiongkok dan rumah-rumahnya'. Kemudian 'preman diikutkan untuk menjarah'."

Polisi pun turut mengamankan barang bukti bom molotov dari tangan JG. "Kata-katanya seperti itu, makanya kita mendapatkan bom molotovnya ini," jelas Argo.

Kekinian keempat tersangka dijerat dengan pasal ujaran kebencian dalam UU ITE dan Pasal 160 KUHP. Sementara itu, ada 4 tersangka lain yang juga diciduk pihak kepolisian, yakni para petinggi dan deklarator KAMI.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, menyebut isi percakapan di WAG mereka memang mengerikan. "Kalau rekan-rekan ingin membaca WA-nya, ngeri. Pantas di lapangan terjadi anarki sehingga masyarakat yang, mohon maaf, tidak paham betul akan tersulut," tutur Awi, Selasa (13/10).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts