Dalam kabar yang viral di media sosial, pusat perbelanjaan Thamrin City di Jakarta Pusat disebut-sebut kena jarah dan dibakar oleh massa pada Selasa (13/10) malam. Lantas bagaimana faktanya?
- Bertilia Puteri
- Jumat, 16 Oktober 2020 - 16:27 WIB
WowKeren - Aksi demonstrasi untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja beberapa kali berujung pada kericuhan. Pusat perbelanjaan Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, lantas diisukan diserang massa demo Omnibus Law pada Selasa (13/10) malam.
Dalam kabar yang viral di media sosial, Thamrin City disebut-sebut kena jarah dan dibakar oleh massa. Lantas bagaimana faktanya?
Sejumlah pedagang dan petugas keamanan membantah adanya penjarahan dan pembakaran di Thamrin City. Salah seorang pedagang pakaian di bagian Timur Thamrin City yang bernama Adi menegaskan bahwa tidak ada penjarahan yang terjadi.
"Saya sudah pulang waktu itu. Tapi setahu saya memang enggak ada penjarahan," terang Adi dilansir Tempo pada Jumat (16/10). "Cuma mungkin ada tembakan gas air mata di sekitar Mas Mansyur situ."
Sementara itu, petugas keamanan Thamrin City, Munandar, turut memberikan pernyataan serupa. Ia membantah ada penjarahan di Thamrin City dan menjelaskan bahwa saat itu hanya ada sekelompok massa yang melempari batu saat ditembak gas air mata oleh aparat.
"Enggak ada penjarahan, bakar-bakaran juga enggak ada," ungkap Munandar. "Cuma ada lemparan batu aja. Itu pun dari jarak jauh."
Kemudian, seorang sopir taksi yang biasa mencari penumpang di kawasan Thamrin City juga mengaku tidak ada penjarahan pada malam itu. "Enggak ada penjarahan. Saya di sini sampai malam. Mungkin ada ribut sedikit. Tapi yang rame itu malah di Bundarah HI situ," terang sopir taksi bernama Chandra tersebut.
Sebelumnya, kabar penjarahan Thamrin City ini juga sudah sempat dibantah oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto. Ia menyebut kabar penjarahan yang viral di media sosial tersebut merupakan hoaks.
"Saya yakinkan saya pastikan tidak ada penjarahan dan aman. Situasi landai-landai. Warga sudah kembali, kita pasukan juga sudah kembali," jelas Heru pada Selasa (13/10). "Enggak ada enggak ada, saya ada di TKP aman tidak ada yang dijarah. Aman semua."
(wk/Bert)