FPI Ungkap Persiapan Kepulangan Habib Rizieq Sudah 75 Persen
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyatakan bahwa momen kepulangan Habib Rizieq sudah semakin dekat. Namun ia belum mau memastikan kapan pastinya Habib Rizieq kembali ke Tanah Air.

WowKeren - Front Pembela Islam (FPI) mengklaim bahwa Habib Rizieq siap kembali ke Tanah Air usai cekalnya dicabut oleh pemerintah Arab Saudi. Juru bicara FPI, Munarman, bahkan menyatakan bahwa momen kepulangan Habib Rizieq semakin dekat.

Namun demikian, Munarman masih belum mengungkapkan kapan tepatnya Habib Rizieq akan pulang dari Mekkah. "Atas izin Allah, Insya Allah IB HRS (Imam Besar Habib Rizieq Shihab) akan pulang sesuai waktu yang ditentukan oleh Allah," ujar Munarman dilansir Tempo pada Sabtu (17/10).

Selain itu, Munarman juga mengungkapkan bahwa FPI hampir selesai mempersiapkan kepulangan Habib Rizieq. "Persiapan kami sejauh ini sudah 75 persen," jelas Munarman.

Sebelumnya, Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis mengumumkan rencana kepulangan Habib Rizieq dari atas mobil komando di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, pada Selasa (13/10) lalu. "Hari ini Imam Besar Habib Rizieq Shihab secara resmi sudah dicabut cekalnya dan hari ini sudah dibebaskan dari denda-denda apa pun karena Habib Rizieq Syihab tidak bersalah di Saudi Arabia," ujar Shabri.


Shabri mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah Saudi. Selain itu, FPI juga berterima kasih kepada seluruh umat Islam yang telah mendoakan Habib Rizieq.

"Dewan Pimpinan Pusat FPI dan umat Indonesia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap pemerintah Saudi dan semua pihak yang membantu Habib Rizieq Shihab, termasuk semua umat Islam yang mendoakan beliau agar selalu dilindungi dan segera pulang ke Indonesia," lanjutnya. "Imam Besar Habib Rizieq Shihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi."

Namun pernyataan FPI ini dimentahkan oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Menurut Agus, Habib Rizieq saat ini belum diizinkan meninggalkan Arab Saudi karena berstatus red blinking.

Red Blink sendiri merupakan sinyal bahwa yang bersangkutan belum bisa meninggalkan Arab Saudi. Namun untuk ketentuan status ini merupakan kewenangan pemerintah Arab Saudi sendiri atau dengan kata lain pemerintah Indonesia tidak ikut campur.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts