100 Ton Ikan Mati Mendadak di Danau Toba, Diduga Ini Penyebabnya
Nasional

Usut punya usut, ratusan ton ikan dalam keramba diduga mati karena angin kencang. Akibat angin kencang ini mendorong terjadinya perputaran air di bawah danau.

WowKeren - Sebuah fenomena tak biasa terjadi di Danau Toba, Sumatera Utara. Sebanyak 100 ton ikan yang ada di keramba apung milik warga mendadak mati.

Usut punya usut, ikan-ikan tersebut diduga mati karena angin kencang. Angin kencang ini mendorong terjadinya perputaran air di bawah danau. "Ikan mati akibat angin kencang sehingga ada putaran air di bawah danau," kata Kepala Dinas Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak, dilansir Detik, Jumat (23/10).

Akibat adanya perputaran itu, menyebabkan air yang keruh naik ke atas. Alhasil, ikan-ikan yang berada di sana menjadi kekurangan oksigen. "Air keruh naik ke atas menerjang ikan di keramba membuat ikan susah bernafas karena kekurangan oksigen," ucapnya.

Untuk menghindari terjadinya lebih banyak ikan yang mati, keramba warga digeser ke posisi lebih ke tengah. "Solusi sementara, ikan yang masih hidup di keramba digeser ke tengah danau yang airnya lebih dalam," ucap Viktor.


Sementara itu, untuk ratusan ton ikan yang sudah mati dimasukkan ke dalam karung untuk diangkut ke tempat pembuangan. Bangkai ikan akan dikuburkan di Huta Tinggi sesuai dengan instruksi pihak kecamatan.

Viktor menyebut untuk menghindari bau busuk saat dalam perjalanan maka karung berisi ikan akan dibungkus plastik. Lapisan plastik juga meminimalisir merembesnya air dari karung agar tidak tercecer di jalanan.

"Ikan yang mati sesuai koordinasi Pak Camat Pangururan dikubur di Huta Tinggi. Ini sedang mencari solusinya saat diangkut truk agar dilapisi plastik," jelas Viktor. "Supaya air yang terbawa ikan busuk tidak tercecer di jalan dan tidak menimbulkan bau busuk."

Fenomena ratusan ton ikan mati mendadak ini terjadi pada Rabu (21/10). Hal itu disampaikan oleh Pjs Bupati Samosir, Lasro Marbun.

"Perintah saya kepada Dinas Pertanian, BPBD, Satpol PP, Camat dan Kades untuk mengangkat bangkai ikan yang mati agar tidak berdampak pada lingkungan hidup. Mereka sudah melaksanakan," ucapnya. "Kalau tidak salah mulai hari Rabu."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts