Pemprov Jateng Bangun 250 Unit Rumah, Bisa Tahan Gempa Sampai 9 SR
Humas Pemprov Jateng
Nasional

Tidak seperti bangunan rumah biasa, unit rumah tersebut diberi nama Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) yang diklaim mampu menahan gempa hingga 9 SR.

WowKeren - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun 250 unit rumah pada tahun 2020 ini. Tidak seperti bangunan rumah biasa, unit rumah tersebut diberi nama Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin).

Sesuai dengan namanya, hunian ini diklaim tahan gempa sehingga mampu meminimalkan kerawanan akibat bencana alam. Bahkan Ruspin ini disebut-sebut mampu menahan gempa berkekuatan hingga 9 Skala Richter.

"Ruspin memang didesain tahan gempa," Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko seperti dilansir Kumparan, Jumat (23/10). "Bahkan hingga skala (SR) 9 masih kuat."

Kendati demikian, Ruspin rupanya dibangun dengan konstruksi yang sederhana, yakni hanya dirakit dan memiliki nilai rijid yang sangat kuat atau kaku yang bagus. Hal ini berdasarkan pada teknologi dari Pusat Penelitian Pengembangan Permukiman (Puslitbangkim) Pekerjaan Umum.


Adapun tujuan Pemprov Jateng membangun hunian ini adalah untuk mengurangi selisih kesenjangan antara jumlah kebutuhan hunian dengan jumlah ketersediaan hunian yang ada. Namun selain untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan rumah, hunian ini juga dibangun untuk memanfaatkan teknologi Ruspin pada kawasan bencana.

"Program ini baru saja di-launching di Jawa Tengah tahun 2020 ini," lanjut Arief. Lebih jauh, sasaran program ini adalah untuk warga miskin.

Karena tidak membutuhkan peralatan yang rumit maka pembangunan rumah ini bisa dikerjakan dengan lebih mudah secara teknis. Masyarakat miskin pun bisa mengerjakannya secara gotong-royong (komunitas) maupun sendiri.

Waktu untuk merakit rumah ini juga tidak lama. Terkait mekanisme perakitan ini, penerima manfaat akan diberikan pelatihan oleh Disperakim. Teknologi Ruspin terdiri dari dua macam komponen yakni komponen pembentuk kolom dan komponen penguat tegakan alur. Untuk perakitan bagian struktur bangunan, memerlukan waktu selama tiga hari yang dilakukan oleh 3 orang.

Lalu setelah itu baru dilanjutkan dengan pembangunan lanjutan, baik berupa atap, dinding dan lantai. "Secara keseluruhan membutuhkan waktu tiga sampai empat minggu saja (waktu pengerjaan)," jelasnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts