Kemenhub Lakukan Survei, 77 Persen Warga Tak Berencana Mudik Saat Libur Panjang Maulid Nabi
Nasional

Para responden yang mengaku tidak akan melakukan perjalanan tersebut memiliki sejumlah alasan. Sebanyak 50,6 persen menyatakan merasa lebih aman berada di rumah,

WowKeren - Warga Indonesia kembali mendapatkan libur panjang pada peringatan Maulid Nabi Muhammad 28 hingga 30 Oktober pekan depan. Pemerintah pun mewaspadai liburan panjang yang berpotensi memicu kenaikan kasus virus corona (COVID-19).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sendiri melakukan survei terkait libur panjang Maulid Nabi terhadap 1.526 responden. Hasilnya, sebanyak 77 persen responden mengaku tidak akan melakukan perjalanan atau mudik di libur panjang pekan depan.

"Yang menarik, ketika ditanya apakah saat libur panjang nanti akan melakukan perjalanan, yang menjawab iya hanya 23 persen," terang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Umiyatun Hayati pada Jumat (23/10). "Sementara, 77 persen tidak akan melakukan perjalanan."

Para responden yang mengaku tidak akan melakukan perjalanan tersebut memiliki sejumlah alasan. Sebanyak 50,6 persen menyatakan merasa lebih aman berada di rumah, sedangkan 40,5 persen yakin bisa mencegah penularan COVID-19 dengan tidak mudik.

Kemudian sebanyak 7,7 persen mengaku memang tidak memiliki biaya untuk mudik. Sedangkan 1,2 persen sisanya mengaku belum percaya untuk menumpangi transportasi umum.


Sementara itu, dari jumlah responden yang mengaku akan melakukan perjalanan, 21,61 persen memiliki tujuan ke Jawa Tengah. Kemudian 15,56 persen bertujuan ke Jawa Barat dan 15,56 persen hendak ke Jawa Timur.

Sedangkan 14,12 persen responden mengaku hanya akan melakukan perjalanan di sekitar Jabodetabek saja. "Kemungkinan mereka wisata lokal di situ, atau di mal-mal," terang Hayati.

Untuk jenis moda transportasi, sebanyak 64 responden mengaku memilih untuk mudik dengan mobil pribadi. Lalu 11,5 persen memilih menggunakan pesawat, 5,5 persen menggunakan sepeda motor, sedangkan sebanyak 5,2 persen menggunakan bus dan moda transportasi lainnya.

"Ini barangkali nantinya mereka akan tumpah di transportasi darat, tadi disampaikan Pak Dirjen Darat," pungkas Hayati. "Maka sudah dilakukan koordinasi untuk mengantisipasi itu."

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo telah mengatakan jangan sampai libur panjang pekan depan menimbulkan masalah baru. "Yang terpenting adalah masyarakat tetap patuh protokol kesehatan saat liburan yakni menjaga jarak dan menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun (3M)," kata Doni, Rabu (21/10).

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts