Trump VS Biden, Apa Dampak Pilpres AS 2020 Untuk Indonesia?
Reuters/Getty Images/Carlos Barria
Nasional

Pengamat politik luar negeri sekaligus mantan Duta Besar RI untuk PBB, Makarim Wibisono, mengungkapkan masing-masing aspek yang menonjol jika Joe Biden atau Donald Trump terpilih di Pilpres AS.

WowKeren - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 3 November 2020 waktu setempat sedikit banyak juga akan berpengaruh untuk Inodnesia. Pasalnya, AS dan Indonesia telah memiliki sejarah hubungan diplomatik selama 70 tahun.

Pada awal tahun 2020 ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyoroti dampak Pilpres AS kepada Indonesia. "Warning untuk 2020 akan tetap dinamis seperti 2019. Terjadi terutama AS akan masuk siklus Pemilu. Akan banyak sekali faktor-faktor politik yang mempengaruhi," tutur Sri Mulyani dilansir detikcom.

Pengamat politik luar negeri sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Makarim Wibisono, yakin bahwa siapa pun yang akan terpilih dalam Pilpres AS tahun ini tidak akan mengubah hubungan yang telah dijalin Indonesia dengan Negeri Paman Sam. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan total perdagangan Indonesia-AS untuk Januari-Mei 2020 tercatat 10,75 miliar dolar AS atau Rp 158,2 triliun, dengan surplus bagi Indonesia sebesar 3,7 miliar dolar atau Rp 54 triliun.

Pemerintah sebenarnya juga telah menargetkan peningkatan perdagangan sebanyak dua kali lipat pada tahun 2024, namun Makarim menilai pandemi COVID-19 menjadi faktor penghalang target tersebut. Oleh sebab itu, Pilpres AS dinilai tidak akan terlalu mempengaruhi perekonomian nasional, namun justru lebih berdampak pada perekenomian dunia, khususnya di sektor keuangan.


Makarim lantas mengungkapkan masing-masing aspek yang menonjol jika Joe Biden atau Donald Trump terpilih. Ia memprediksi gaya kepemimpinan Trump jika ia kembali terpilih sebagai Presiden AS tahun ini.

"Kalau saya melihat Donald Trump membawa hal baru dalam pemerintahan Amerika Serikat dengan menunjukkan sentiment of nationality yang besar, mendorong proteksionisme, pembatasan barang-barang masuk dari China, menetapkan tarif tinggi, hingga melanjutkan perang dagang antara dengan China," tutur Makarim dilansir DW Indonesia pada Selasa (3/11). "Prinsipanya adalah 'America First'."

Sementara itu, Makarim cenderung melihat Biden akan kembali memanfaatkan hubungan dengan PBB dan WTO. Pasalnya, Biden dinilai sangat berpengalaman di bidang luar negeri.

"Sementara Biden, ia memiliki pengalaman yang luas di bidang luar negeri karena pernah tiga kali menjabat ketua komisi kongres luar negeri, jadi dia paham sekali. Biden memiliki perspektif yang familiar dengan masalah-masalah luar negeri," pungkas Makarim. "Sementara Biden, ia memiliki pengalaman yang luas di bidang luar negeri karena pernah tiga kali menjabat ketua komisi kongres luar negeri, jadi dia paham sekali. Biden memiliki perspektif yang familiar dengan masalah-masalah luar negeri."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait