Ini Penyebab Vaksin COVID-19 Bisa Dikembangkan Secepat 'Kilat'
Nasional

Ahli virologi menjelaskan penyebab pengembangan vaksin virus corona (COVID-19) dapat diselesaikan secepat 'kilat' daripada vaksin pada umumnya yang membutuhkan waktu 10-15 tahun.

WowKeren - Pengembangan vaksin virus corona dinilai terjadi dengan akselerasi yang 'supercepat'. Hal ini diungkapkan oleh guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Prof Kusnandi Rusmil beberapa waktu lalu.

Kusnandi yang telah memiliki pengalaman dalam mengurus uji klinis vaksin menyoroti bagaimana pengembangan vaksin COVID-19 yang hanya membutuhkan waktu 1 tahun. Padahal, vaksin lainnya biasa membutuhkan waktu dari 10 hingga 15 tahun untuk benar-benar dipastikan aman uji klinisnya.

Ahli virologi dari Universitas Udayana, Prof I Gusti Ngurah Mahardika lantas menjelaskan fenomena cepatnya vaksin virus corona dikembangkan. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari adanya perkembangan teknologi yang cukup signifikan saat ini, dan berbeda dengan masa lalu.

"Zaman dulu pertama harus dapat agennya dulu yang murni," kata Mahardika dalam diskusi daring di kanal YouTube FMB91D_IKP, seperti dilansir dari Kumparan pada Selasa (3/11). "Baru kemudian menyiapkan vaksin dan perlu waktu yang lama. Zaman now (sekarang) dengan teknologi yang lain memungkinkan kita menghasilkan vaksin dengan cepat."


"Yaitu kita tahu gennya, tidak perlu virus lagi, tidak perlu ada penyakit, bisa dibuat sintetis. Jadi bisa dengan sangat cepat," sambungnya. "Jadi zaman dulu perlu waktu lama untuk menemukan bibitnya saja. Zaman now bibit itu bisa ditemukan dalam atau dua bulan saja."

Selain faktor teknologi, cepatnya pengembangan vaksin virus corona hingga ke masyarakat juga dipengaruhi oleh izin yang didapat. Karena situasi darurat dunia saat ini yang sedang pandemi, maka vaksin COVID-19 secara otomatis akan mudah diselesaikan karena akan mendapatkan izin emergency use authorization (EUA).

"Kalau vaksin untuk penyakit biasa mungkin bisa agak berleha-leha, tapi untuk pandemi ada yang namanya vaksin pandemi," terang Mahardika. "Jadi harus murah, yang baik dan sama rata untuk seluruh penduduk dunia. Kalau untuk pandemi sangat mungkin diakselerasi sehingga approval lebih cepat."

"Untuk aman dan tidak aman sebenarnya prosesnya panjang untuk vaksin pandemi ini," sambungnya. "Untuk aspek kualitas, daya guna, dan keamanan tidak ada kompromi sama sekali. Hanya proses regulasinya lebih cepat."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait