Pengusaha Mal DKI Senang UMP Tetap: Kalau Dipaksa Naik Bisa Ada PHK
Nasional

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja menilai percuma saja jika terjadi kenaikan UMP namun berujung pada PHK karyawan

WowKeren - Pengusaha mal menanggapi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memutuskan tidak ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP) untuk sektor pusat perbelanjaan di tahun 2021 mendatang. Keputusan ini dinilai tepat.

Sebab jika terjadi kenaikan UMP maka bukan tidak mungkin hal ini akan membuat pengusaha makin kelabakan. Alhasil, tidak menutup kemungkinan hal ini akan berujung pada pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja. "Sebetulnya kalau UMP dipaksakan naik, kami prediksi kemungkinan PHK," kata dia dilansir CNBC Indonesia, Rabu (4/11).

Bukan tanpa alasan, selama ini dampak pandemi telah dirasakan oleh hampir semua sektor perekonomian tak terkecuali sektor perbelanjaan. Untuk bertahan di tengah kondisi yang "berdarah-darah" itu, mereka harus memutar otak untuk menekan biaya operasional. Sehingga kenaikan UMP diprediksi justru akan membuat kondisi pengusaha kian pelik.


"Karena selama 8 bulan sejak Maret pemerintah umumkan kasus pertama COVID-19 masuk Indonesia," ujarnya melanjutkan. "Mal selalu defisit sehingga biaya operasional selalu ditekan agar bertahan."

Selama pandemi, kunjungan ke pusat perbelanjaan mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan untuk mencapai 50 persen kapasitas saja sulit. Menurunnya tingkat konsumsi masyarakat berdampak pada sulitnya tenant dalam membayar sewa.

"Kalau gaji naik maka biaya operasional naik. Mal akan tekan biaya operasional supaya nggak naik, artinya akan terjadi PHK," jelasnya lebih lanjut. "Gaji naik jumlah pegawai dikurangi. Ini nggak sehat."

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menurutnya sudah benar, yakni tidak menyamaratakan kenaikan upah. "Jadi dengan tidak dinaikkan gaji UMP 2021 akan menolong pusat belanja, daripada dinaikkan yang akan terjadi PHK," lanjutnya lagi.

Sebab, percuma saja jika terjadi kenaikan UMP namun berujung pada PHK karyawan. "Lebih baik kondisinya seperti sekarang, nggak perlu naik jumlah karyawan bisa dipertahankan," pungkasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait