Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat yang memiliki gejala ataupun positif terinfeksi COVID-19 untuk tidak takut datang ke rumah sakit agar mendapat perawatan.
- Nidya Putri
- Rabu, 04 November 2020 - 13:18 WIB
WowKeren - Upaya penanganan penyakit pada pasien COVID-19 masih mengalami kendala. Tenaga medis mengakui adanya hambatan dalam merawat pasien COVID-19, terutama soal perizinan untuk dirawat di rumah sakit.
Kata Sekretaris Jendral Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia atau ARSSI -- drg. Iing Ichsan Hanafi, MARS., mengaku masih banyak pihak keluarga pasien yang tidak memberikan izin sanak keluarganya yang terkonfirmasi positif COVID-19 untuk dilakukan rawat inap di rumah sakit.
"Terkadang dokter sudah melakukan pemeriksaan kepada pasien ternyata dia perlu dirawat. Terkadang diperlukan effort yang cukup besar dari petugas kami untuk mengedukasi pasien," kata dokter Iing dalam webinar BNPB Indonesia, Senin (2/11). "Kadang pasien mau dirawat, keluarganya tidak mau karena alasan diisolasi."
Sementara itu, Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat yang merasakan gejala virus corona untuk segera melakukan tes ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia mengimbau publik untuk tidak takut datang ke rumah sakit.
Pasalnya, seluruh biaya perawatan pasien COVID-19 bakal ditanggung penuh oleh pemerintah. "Jangan takut untuk ke rumah sakit karena biaya perawatan sepenuhnya ditanggung pemerintah," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (3/11).
Masyarakat yang positif terinfeksi corona juga diminta untuk mengikuti anjuran tenaga kesehatan selama masa perawatan. Dengan demikian, diharapkan pasien dapat segera sembuh.
Sementara itu, perkembangan COVID-19 di Tanah Air telah menunjukkan penurunan tren. Dibanding pekan lalu, pada pekan ini terjadi penurunan kasus positif virus corona sebesar 17,1 persen.
"Ini adalah perkembangan ke arah yang lebih baik karena kasus positif mengalami penurunan. Penambahan kasus positif harus terus-menerus turun setiap minggunya," ujarnya.
Tak hanya itu, penambahan angka kematian pasien COVID-19 juga mengalami penurunan hingga 18 persen. Namun, angka kesembuhan pasien justru mengalami perlambatan sebesar 0,8 persen dibanding minggu sebelumnya.
(wk/nidy)