Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan agar jajarannya bisa menyurutkan genangan air banjir dalam waktu 6 jam. Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan berbagai hal sebagai persiapan.
- Nidya Putri
- Kamis, 05 November 2020 - 13:26 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan agar seluruh jajarannya mewaspadai banjir dampak dari fenomena alam La Nina. Ia bahkan menargetkan agar genangan air bisa surut dalam waktu 6 jam apabila terjadi banjir.
Menurut Anies, fenomena La Nina dapat mengakibatkan curah hujan yang jauh lebih intensif dari biasanya. Di sisi lain sistem drainase Jakarta memiliki ambang batas rata-rata kapasitas maksimal untuk menampung 100 milimeter hujan per hari.
Apabila curah hujan berada di angka di atas 100, seperti pada awal tahun 2020, maka seluruh jajaran Pemprov DKI harus bersiaga menghadapi bencana banjir besar. Saat itu, curah hujan di Jakarta mencapai 377 milimeter per hari, artinya 3,7 kali lipat dari kapasitas sistem drainase rata-rata Jakarta.
"Sehingga, tanggung jawab kita ketika ini terjadi ada dua kunci," kata Anies, Rabu (4/11). "Satu, memastikan seluruh warga selamat. Tanggung jawab kita memastikan seluruh semua selamat jangan ada korban. Indikator kedua adalah genangan bisa surut dalam waktu kurang dari 6 jam, tanggung jawab kita menyiapkan seluruh kekuatan untuk bisa mengeringkan dalam waktu kurang dari 6 jam."
Anies mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai hal sebagai persiapan. Di antaranya yakni dengan cara mengeruk sejumlah waduk yang ada, dan pembuatan waduk baru.
Mantan Mendikbud itu berharap dengan adanya keberadaan waduk dapat menahan laju air dari arah pegunungan sebelum mencapai Jakarta. "Jadi harapannya air dari pegunungan yang masuk ke kota bisa ditahan dulu di waduk-waduk ini, kemudian dialirkan secara bertahap," ujarnya.
Anies juga mengatakan, Pemprov DKI berencana membangun waduk baru di sejumlah lahan kosong yang memiliki kontur tanah cekung. Lahan kosong itu selama ini kerap tergenang air banjir. "Di tempat itu kita bikin waduk, jadi dibuat baru waduknya. Untuk mengalirkan air ke dalam waduk baru lalu dipompa untuk dialirkan ke sungai," jelasnya.
Salah satu lokasi pembuatan waduk baru itu berada di Jakarta Barat. Namun demikian, ia tidak merinci di mana lokasi tepat waduk tersebut.
(wk/nidy)