Motivator dan ahli spiritual asal Surabaya Becki Sakuri tidak sepakat jika fenomena munculnya topi awan di atas 7 gunung ini dianggap sebagai kebetulan belaka
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 November 2020 - 16:56 WIB
WowKeren - Fenomena topi awan yang muncul di puncak gunung baru-baru ini kembali menjadi sorotan. Bagaimana tidak, fenomena ini terjadi tak hanya di satu lokasi gunung saja.
Pada Kamis (5/11), fenomena unik ini dilaporkan terjadi di 7 puncak gunung di sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu yang bersamaan. Hal ini pun rupanya turut menyita perhatian motivator dan ahli spiritual asal Surabaya, Becki Sakuri.
Becki mengatakan hal ini merupakan sebuah pertanda atau pesan dari langit. Ia menduga pesan tersebut berkaitan dengan gejolak politik yang akan terjadi. Bisa jadi, fenomena awan Lenticularis merupakan peringatan keras bagi para pemimpin di negeri ini.
"Sepertinya ada hubungan sama gejolak politik yang akan dilalui oleh para pemimpin kita, kan bulan depan ada Pilkada," kata Becki dilansir Detik, Jumat (6/11). "Jadi intinya kalau dilihat dari segi spiritual ini ada pesan dari langit untuk para pemimpin-pemimpin baru dan yang sekarang masih menjabat."
Pemimpin di sini yang dimaksud bukan hanya yang berada di kalangan atas namun semuanya hingga ke bawah. "Ini pemimpin kan banyak dari tingkat atas hingga bawah. Kalau tingkat atas presiden dan jajarannya, TNI Polri, gubernur, bupati hingga wali kota," imbuhnya.
Ia tidak sepakat jika fenomena munculnya topi awan di atas 7 gunung ini dianggap sebagai kebetulan belaka. Menurutnya, pesan ini bisa menjadi peringatan bagi para pemimpin untuk lebih serius dalam mengayomi rakyatnya. Pemimpin juga harus serius dalam mengemban amanah rakyat sehingga tercipta kesejahteraan.
"Intinya pemimpin harus bisa mengayomi, memberi suri tauladan yang baik, serta membuat citra positif buat kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya," ujarnya melanjutkan. "Nah itu benar-benar harus bisa mengayomi jika ingin negeri ini akan dan sejahtera."
Sebaliknya, jika para pemimpin tak mampu menjalankan fungsinya sebagai pengayom masyarakat maka negeri ini akan kacau. "Apa lagi kalau hanya ingin memperluas kekayaannya saja, luar biasa bubar ini para negara," ungkap Becki.
(wk/zodi)