Tim Cyber Crime Satreskrim Polres Probolinggo telah menangkap 7 orang yang menyebarluaskan berita hoaks soal kondisi jenazah pasien COVID-19 yang berlumuran darah dan kehilangan bola mata karena tindakan medis.
- Nidya Putri
- Senin, 09 November 2020 - 14:32 WIB
WowKeren - Media sosial beberapa waktu lalu dibuat heboh dengan temuan jenazah pasien terinfeksi virus Corona yang berlumuran darah. Yang lebih membuat geger, narasi yang berkembang atas penemuan itu adalah sang jenazah juga kehilangan bola matanya.
Juru Bicara Satgas COVID-19, yang juga pelaksana tugas Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Probolinggo, Abraar Kuddah, pun membantah kabar tersebut. Ia juga membantah tudingan adanya praktik jual-beli organ jenazah.
Kekinian, Tim Cyber Crime Satreskrim Polres Probolinggo telah menangkap 7 orang yang menyebarluaskan berita hoaks soal kondisi jenazah pasien COVID-19 tersebut. Kini Polres Probolinggo terus memburu pelaku pertama yang meng-upload video viral tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga sambil memburu netizen lainnya yang ikut menyebarluaskan berita hoaks tersebut. Akhirnya, di beberapa media sosial banyak netizen yang mengganti caption atau keterangan dari video viral tersebut.
AKBP Ferdy Irawan, Kapolres Probolinggo menyampaikan, anggotanya terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus UUD ITE tersebut. "Jasad pasien COVID-19 dikabarkan bola mata tercongkel," ujar Ferdy, Minggu (8/11).
"Yang melanggar UUD ITE dan masih diburu pelaku utama dan awal penyebar video viral bohong tersebut," lanjutnya. "Dan yang memberi keterangan palsu di dalam video tersebut."
Sementara itu, pihak keluarga Mahmuda menilai, apa yang dilakukan warganet merupakan perbuatan tidak terpuji. Keluarga menegaskan, kabar jenazah tanpa bola mata itu tidak benar.
Dalam video yang viral, sebenarnya keluarga menangis histeris karena sedih dan berduka atas meninggalnya Mahmuda. Wajah jasad Mahmuda penuh luka dikarenakan pembuluh darah pecah.
Sehingga bola matanya tertutup darah. Namun dalam video yang viral, ada narasi seolah-olah mata Mahmuda hilang akibat tindakan medis.
Keponakan almarhum Mahmuda, Mohamad Ainur Huda, menyayangkan ulah netizen yang menyebarluaskan berita bohong atau hoaks tersebut. Ketika pembongkaran peti jenazah di musala saat itu, ia menyaksikan dari dekat bahwa dua bola matanya lengkap. Hanya saja tertutup darah.
"Sangat jengkel dan menyayangkan ulah orang tidak bertanggung jawab, yang banyak menyebarkan video bibi. Baik di grup Facebook, Instagram dan grup-grup WhatsApp," ujarnya. "Karena saat dibuka peti mati di musola ikut menyaksikan, bola mata bibi lengkap. Hanya saja tertutup darah akibat pecahnya pembuluh darah, akibat penyakit stroke. Bukan seperti yang diberitakan. Semuanya bohong."
(wk/nidy)