Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa hingga kini penularan COVID-19 pasca libur panjang bulan lalu masih belum menunjukkan adanya lonjakan.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 10 November 2020 - 08:26 WIB
WowKeren - Libur panjang Maulid Nabi pada 28 Oktober-1 November 2020 lalu sempat menimbulkan kekhawatiran terjadinya lonjakan kasus virus corona (COVID-19). Namun demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa hingga kini penularan COVID-19 pasca libur panjang belum menunjukkan adanya lonjakan.
"Kalau kita lihat angkanya sampai hari ini tidak ada yang signifikan ya," terang Riza pada Senin (9/11). "Jadi Alhamdulillah di libur panjang kemarin sampai hari ini belum kelihatan dampaknya terkait COVID-19."
Lebih lanjut, Riza berharap agar angka penularan COVID-19 tidak melonjak hingga dua pekan ke depan. Ia juga berharap libur panjang lalu tidak menimbulkan klaster corona baru.
"Kita harapkan tidak ada klaster baru terkait libur panjang," jelas Riza. "Itu harapan kita."
Riza menilai bahwa keberhasilan pengendalian penularan COVID-19 tidak lepas dari peran masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan di masa libur panjang lalu. Selain itu, sebagai masyarakat juga tetap diam di Jakarta dan mengahabiskan masa libur panjang tanpa pergi ke luar kota.
"Pak Gubernur (Anies Baswedan), saya, dan jajaran semuanya di Jakarta, di rumah masing-masing," ungkap politisi Partai Gerindra tersebut. "Tidak melakukan aktivitas liburan ke luar kota."
Sebelumnya, Riza juga telah menyarankan masyarakat untuk tetap berada di rumah di masa libur panjang. Menurut Riza, beraktivitas di rumah merupakan salah satu upaya pencegahan yang bisa dilakukan demi meminimalisir penularan COVID-19.
"Biasanya yang terjadi itu ya libur ke sekitar Jakarta, ada yang ke puncak, mungkin ke Anyer, mungkin ke Bandung, Bogor. Mungkin tempat yang terbaik dalam masa pelonggaran seperti yang disampaikan Bapak Gubernur, juga saya sampaikan berkali-kali, tempat terbaik selama masa pelonggaran tetap berada di rumah," jelas Riza pada 22 Oktober 2020 lalu. "Pertama tetap berada d rumah, kecuali penting (untuk keluar rumah). Kedua, melakukan protokol kesehatan COVID-19. Ketiga yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh."
(wk/Bert)