Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menjelaskan penyebab Gunung Merapi yang berkali-kali mengeluarkan suara gemuruh.
- Ruth Meliana
- Selasa, 17 November 2020 - 07:32 WIB
WowKeren - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) pada 5 November lalu. Sejak level siaga ditetapkan, Merapi kerap mengeluarkan suara gemuruh.
Warga yang tinggal di sekitar lereng Gurung Merapi mengaku berkali-kali mendengar suara gemuruh tersebut. BPPTKG lantas menjelaskan penyebab suara gemuruh tersebut berkali-kali terdengar.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan suara gemuruh tersebut berasal dari magma Gunung Merapi. Tekanan magma tersebut lantas naik ke permukaan sehingga membuat Gunung Merapi terdengar bergemuruh.
”Penjelasan ilmiahnya terkait dengan terdengarnya suara gemuruh adalah, pada saat ada tekanan magma ke permukaan maka ada guguran-guguran terjadi,” kata Hanik seperti dilansir dari Kompas, Senin (16/11).
Lebih lanjut Hanik menjelaskan tekanan magma tersebut telah membuat material-material di puncak Merapi menjadi tidak stabil dan mudah runtuh. Akibatnya, sejumlah material akan berjatuhan sehingga suara gemuruh semakin terdengar jelas.
”Karena tidak stabil material tersebut ngglundung (terjatuh), sehingga membuat suara gemuruh tadi,” jelas Hanik. “Magma kan terus menuju ke permukaan, karena ada magma yang menuju permukaan material yang di atas jadi tidak stabil.”
Dalam kesempatan ini, Hanik juga meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan saat mendengar gemuruh tersebut. Ia mengimbau agar warga setempat kerap mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya, seperti BPPTKG.
Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak termakan hoaks dan selalu mengetahui informasi terkini seputar situasi Gunung Merapi. Hanik mengaku jika pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait aktivitas Gunung Merapi ke warga sekitar. Menurutnya, masyarakat telah memahami prosedur yang harus dilakukan jika terdengar suara gemuruh.
”Kalau dapat informasi dan ragu akan kebenarannya bisa langsung konfirmasi ke kami, karena kami punya tim informasi,” papar Hanik. “Sudah kita sosialisasikan kepada masyarakat, BPBD juga sudah bergerak. Jadi, saya kira semua sudah on the track.”
(wk/lian)