Jokowi Dinilai Mati Gaya Hadapi ‘Fenomena’ Habib Rizieq
Instagram/kemensetneg.ri
Nasional
Kepulangan Habib Rizieq

Pengamat politik menilai jika Presiden Joko Widodo akan semakin mati gaya akibat ‘fenomena’ yang ditimbulkan dari kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

WowKeren - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah menciptakan fenomena sambutan besar-besaran dari massa pendukungnya. Fenomena tersebut bahkan dinilai akan membuat Presiden Joko Widodo mati gaya.

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menjelaskan kepulangan Habib Rizieq cukup berdampak pada kondisi politik populis di Indonesia. Bahkan, sang imam besar dinilai memiliki pengaruh politik yang besar dari sudut pandang agama di Tanah Air.

Dukungan besar-besaran yang didapatkan Habib Rizieq dari massanya dapat menciptakan sentimen terhadap bias populisme Islam di Indonesia. Hal ini akan menyebabkan sejumlah aktor politik bahkan Presiden Jokowi seakan mati gaya fenomena dukungan yang didapatkan oleh Habib Rizieq.

”Ada situasi krusial kultural yang dirasakan para politisi,” kata Burhanuddin seperti dilansir dari Warta Kota, Kamis (19/11). “Ketika mereka bersikap keras terhadap Rizieq Shihab, mereka akan berhadapan dengan voting block yang besar, yang seolah-olah dikesankan mendukung aspirasi Islamis seperti yang disuarakan Rizieq Shihab.”


Lebih lanjut Burhanuddin menjelaskan mengenai data tren politik sejak tahun 2010 lalu. Ia mengatakan munculnya gerakan 212 telah dianggap sebagian akademisi sebagai puncak radikalisme dan intoleransi.

Menurut Burhanuddin, peristiwa 212 yang muncul dalam beberapa tahun terakhir menjadi pertanda menurunnya tingkat toleransi masyarakat. Akibatnya, intoleransi dengan suku, ras atau pun agama mana pun menjadi meningkat tajam.

”Dalam survei yang kami kita lakukan bulan April 2016, enam bulan sebelum 212, tren sebelum 212 justru menunjukkan bahwa intoleransi sudah menurun,” jelas Burhanuddin. “Setelah 212, yang terjadi intoleransi meningkat kembali.”

”(Aksi) 212 bukan peristiwa yang terjadi di saat intoleransi sedang menurun,” sambungnya. “Yang terjadi justru sebaliknya, 212 meningkatkan pendulum intoleransi.”

Seperti yang diketahui, Habib Rizieq telah kembali ke Indonesia dari Arab Saudi pada Selasa (10/11) lalu. Sejak kepulangannya ke Tanah Air, ia telah menyebabkan berbagai kehebohan. Salah satunya adalah kerumunan massa selalu tercipta di setiap kegiatan yang melibatkan Habib Rizieq.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts