Klaster Kerumunan Habib Rizieq Mulai Meledak, Tetangga Malah Tolak Disemprot Disinfektan
Twitter/DPPFPI_ID
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dampak dari klaster kerumunan hajatan Habib Rizieq Syihab mulai terlihat namun para tetangga rumah sang Imam Besar FPI di Petamburan, Jakpus malah menolak penyemprotan disinfektan.

WowKeren - Puluhan kasus positif COVID-19 dikonfirmasi terkait dengan kerumunan besar simpatisan Habib Rizieq Syihab. Pemerintah pun melakukan sedaya-upaya untuk bisa mengendalikannya sebelum menyebar lebih luas, termasuk dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Salah satu yang hendak melakukannya adalah pihak kepolisian yang akan melakukan disinfeksi secara gratis bagi warga di sekitar rumah Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Fadil Imran mengaku sudah menawarkan hal itu kepada RW setempat.

"Kami akan tawarkan dari rumah ke rumah ya. Saya sudah sampaikan tadi ke ibu RW, kalau ada warganya yang mau di semprot kami akan semprot nggak usah khawatir, gratis nggak pake bayar," jelas Fadil di Petamburan, Minggu (22/11).

Namun ternyata upaya Kapolda Metro Jaya ini dimentahkan oleh warga. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto menyatakan sebagian warga menolak menerima penyemprotan disinfektan karena mengaku sudah melakukan secara mandiri.


"Ada beberapa rumah yang merasa sudah disemprot dia, saya udah disemprot nggak usah disemprot. Ya sudah kita lewati," kata Heru, dilansir dari Suara, Senin (23/11).

penolakan ini pun sudah sampai ke telinga Fadil yang ternyata tidak diambil pusing olehnya. Ia menegaskan penyemprotan disinfektan hanya atas dasar kemanusiaan, sehingga tidak masalah bila kemudian ditolak.

"Ya kalau menolak ya pasti rugi sendiri, wong kita untuk kemanusiaan kok. Tujuan kami ini adalah tujuan kemanusiaan ya, untuk menyelamatkan warga tidak ada tujuan lain," pungkas Fadil. "Jadi kalau ada yang menolak masyarakat bisa tahu sendiri lah mana yang benar mana yang salah."

Di sisi lain dampak dari kerumunan ini mulai memicu kekhawatiran banyak orang. Sebab belum lama ini jumlah kasus positif COVID-19 di Ibu Kota kembali melonjak, bahkan sempat memecahkan rekor pada Sabtu (21/11) lalu dan berujung perpanjangan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi sampai 6 Desember 2020.

Sementara itu sang empunya acara, Habib Rizieq, malah tengah menjadi bahasan panas karena munculnya spekulasi liar tengah sakit dengan gejala klinis menyerupai pasien COVID-19. Namun Rizieq rupanya disebut siap melakukan tes swab mandiri.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts