Sebut Angka Perceraian Naik Selama Pandemi Corona, Menag Minta KUA Lakukan Ini
Twitter/Kemenag_RI
Nasional

Menag Fachrul Razi tidak mengungkapkan secara detail berapa jumlah pasangan yang bercerai selama pandemi COVID-19. Menurutnya, Kemenag menerima laporan tersebut dari masyarakat dan juga kepala daerah.

WowKeren - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengungkapkan bahwa angka perceraian meningkat selama pandemi virus corona (COVID-19). Oleh sebab itu, Fachrul meminta agar Kantor Urusan Agama (KUA) untuk betul-betul melakukan pembinaan.

Fachrul menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya bisa diberikan pra penikahan saja. KUA juga diminta untuk memberikan penyuluhan bagi pasangan yang sudah berumah tangga.

"Angka perceraian juga menurut informasi meningkat selama COVID ini. Jadi kami betul-betul menggarisbawahi sekali KUA betul-betul melakukan pembinaan itu tidak saja pra pernikahan yang kita sebut bimbingan," tutur Fachrul dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada Senin (23/11). "Tapi juga selama berumah tangga pun ada kesempatan KUA-KUA untuk membuka kegiatan-kegiatan penyuluhan kepada masyarakat."

Namun demikian, Fachrul tidak mengungkapkan secara detail berapa jumlah pasangan yang bercerai selama pandemi COVID-19. Menurutnya, Kemenag menerima laporan tersebut dari masyarakat dan juga kepala daerah.


"Nah, itu informasi yang kami dapatkan, tapi kami belum melakukan survei yang lebih detail ya," ujar Fachrul. "Ada juga beberapa orang kasih masukan termasuk ada gubernur juga berikan informasi, gubernur daerah setempat."

Sementara itu, salah satu kepala daerah yang sempat menyatakan keresahannya terkait tingginya kasus perceraian di masa pandemi adalah Gubernur Riau Syamsuar. Menurutnya, pandemi corona membuat pendapatan masyarakat menurun, yang lalu membuat pasangan sering bertengkar.

"Untuk menghindari pertengkaran silakan ke luar rumah, carilah nafkah ekonomi buat keluarga," kata Syamsuar dilansir Antara, Senin (23/11). "Tetapi tetap disiplin menerapkan 4M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan gunakan sabun, menjaga jarak fisik aman, serta menghindari kerumunan."

Ia berharap jangan sampai ada lagi pertikaian rumah tangga yang berujung pada perceraian, karena yang menerima dampak terburuk adalah anak-anak yang ditinggalkan. "Sayangilah keluarga, silakan keluar rumah dan carilah nafkah ekonomi dengan baik. Suami dan istri harus saling membantu kendati dalam situasi terburuk ini," pungkas Syamsuar.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts