Pakar Minta Vaksin COVID-19 Jangan Ditolak, Atau Bahaya Masa Depan Ini Mengancam
Pixabay
Health
Vaksin COVID-19

Pakar Imunisasi Jane Soepardi menegaskan bahaya kesehatan yang bisa mengintai individu yang menolak mendapat vaksinasi COVID-19. Seperti ini penjelasannya.

WowKeren - Meski sebagian besar masyarakat Indonesia bisa menerima rencana pemerintah soal vaksinasi COVID-19, namun tetap ada kelompok yang masih meragu. Kelompok ini mengaku mencemaskan perihal keamanan dan efektivitas dari vaksin tersebut.

Menanggapinya, pakar imunisasi Jane Soepardi pun mengimbau supaya masyarakat yang mendapat kesempatan divaksin agar tidak menolak. Sebab menolak vaksinasi COVID-19, dalam pandangan Jane, merupakan bentuk meremehkan wabah virus Corona yang sampai saat ini sudah merenggut nyawa belasan ribu orang.

"Lebih baik tidak terkena virus Corona (COVID-19)," kata Jane dalam talkshow daring, Senin (23/11). "Jika kita beruntung mendapat imunisasi COVID-19 jangan ditolak."

"Orang merasa COVID-19 ini tidak apa-apa kok. Banyak yang menyebut angka kematiannya dua persen saja. Kita tidak boleh berpikiran seperti itu," tegas Jane, dilansir dari Kontan, Selasa (24/11).


Karena itulah, sangat penting dipahami masyarakat agar melakukan berbagai upaya demi menghindari penyakit ini. Apalagi karena sampai saat ini pengetahuan masyarakat dan ilmuwan soal COVID-19 masih sangat terbatas.

Seperti yang pertama soal metode pengobatan pasien COVID-19. Diketahui dahulu publik memercayai obat malaria klorokuin dan turunannya untuk mengobati COVID-19, namun belakangan terungkap senyawa itu tidak efektif dalam menangani infeksi virus Corona.

Atau termasuk tidak tahunya para ilmuwan soal apakah penyintas alias pasien sembuh COVID-19 bisa kembali terpapar di masa depan atau tidak. "Sekarang kita tertular COVID-19, lalu bisa sembuh, tetapi tahun depan mungkin bisa terjadi apa (dalam tubuh kita) tidak tahu," jelas Jane.

Jane meminta publik untuk bercermin pada penyakit-penyakit lain yang berpotensi kembali kambuh di masa depan. Seperti misalnya cacar air, yang virusnya bisa bersembunyi di ganglion saraf, atau campak yang bahkan bisa menyebabkan radang otak sampai kelumpuhan seumur hidup bila kembali menginfeksi tubuh.

"Artinya, COVID-19 ini kita tidak tahu ke depannya ini nanti bisa menjadi apa. Jangan merasa bangga karena sudah terkena COVID-19 lalu sembuh," tutur Jane. "Saat ini orang yang pernah tertular COVID-19 dipantau terus. Tahun depan apa yang terjadi, dua tahun hingga 10 tahun lagi semua masih diteliti."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts