Anies Baswedan Pamerkan Kapasitas Testing Corona DKI Sudah Capai 20 Ribu Spesimen Per Hari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Adapun kapasitas testing DKI saat ini telah melebihi standar minimal yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diketahui, WHO menetapkan minimal 10.645 testing per pekannya.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa upaya 3T (tracing, testing, treatment) untuk menangani pandemi corona semakin ditingkatkan. Anies mengungkapkan bahwa jumlah testing di Jakarta kini sudah jauh meningkat dibandingkan awal pandemi pada Maret 2020 lalu.

"Kita saat awal krisis hanya sekitar 120-150 sampel per hari," ungkap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut pada Selasa (24/11). "Sekarang mencapai 20 ribu spesimen per hari."

Menurut pemaparan Anies, kapasitas testing di DKI Jakarta kini sudah mencapai 20.031 spesimen per hari. Dengan kata lain, kapasitas bertambah sekitar 19 ribu spesimen dalam kurun waktu 8 bulan.

Kenaikan kapasitas testing itu disebut Anies merupakan kerjasama dari berbagai pihak. Termasuk juga menambah jumlah laboratorium pemeriksaan spesimen, yang kini telah berjumlah lebih dari 60 lab.

"Yang kita jaring untuk bekerja sama tingkatkan kapasitas testing. Ada variasi PCR sehingga membutuhkan reagen berbeda-beda," ujar Anies. "Sinkronisasi ini kerja luar biasa. Dan jadi cerita menarik gimana kolaborasi belakang layar dalam membangun kapasitas testing."


Adapun kapasitas testing DKI saat ini telah melebihi standar minimal yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diketahui, WHO menetapkan minimal 10.645 testing per pekannya.

Di sisi lain, tingkat keterisian rumah sakit di Jakarta, terutama yang merawat pasien COVID-19, mengalami peningkatan. Anies menjelaskan bahwa kenaikan keterisian tempat tidur ini terjadi baik di ruang ICU maupun tempat isolasi.

"Per hari ini, ada 69 persen ICU yang terpakai, kemudian kamar isolasi di RS terpakai 75 persen. Dan tempat isolasi mandiri terpakai 53 persen. Ini sempat turun, angka isolasi kita pernah sekitar 21 persen, sekarang naik lagi," pungkas Anies. "Kita harus agak hati-hati. Ini bukan insiden, tapi kolektif ketaatan."

Sebelumnya, Anies telah memutuskan untuk memperpanjang fase transisi PSBB sampai 6 Desember 2020 usai melihat perkembangan situasi COVID-19 di Ibu Kota. Perpanjangan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 1.100 Tahun 2020.

Tak hanya memperpanjang PSBB transisi, Anies juga turut menyampaikan "ancaman". Yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak segan menarik rem darurat atau emergency brake policy berupa penerapan PSBB total jika kenaikan kasus kembali terjadi secara signifikan.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts