Wacana Pemangkasan Libur Panjang Dinilai Bakal Rugikan Pengusaha Hotel dan Restoran
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jika libur panjang ini benar-benar akan dipangkas nantinya, maka akan ikut berdampak pada para pelaku usaha seperti restoran, termasuk yang ada di Jawa Barat.

WowKeren - Pemerintah tengah mewacanakan untuk memangkas libur panjang akhir tahun mendatang. Terkait hal ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat memberikan tanggapan.

Jika libur panjang ini benar-benar akan dipangkas, maka akan ikut berdampak pada para pelaku usaha seperti restoran, terutama yang ada di Jawa Barat. Sebab Jabar merupakan salah satu provinsi yang banyak diserbu masyarakat saat musim liburan mengingat banyak destinasi wisata yang bisa dituju.

"Pemangkasan akhir tahun bagi pariwisata dampaknya besar," kata Ketau PHRI Jabar Herman Muchtar seperti dilansir detikcom, Rabu (25/11). "Sebenarnya di sektor pariwisata mengharapkan pada libur akhir tahun yang sudah direncanakan oleh sebagian besar masyarakat yang ingin berwisata, khususnya ke Jawa Barat."

Pada umumnya, okupansi hotel akan meningkat ketika musim liburan telah tiba termasuk yang ada di wilayah Bandung, Bogor, Depok, Cirebon hingga Bandung Barat. Kendati demikian, ada juga hotel yang okupansinya tidak begitu meningkat meskipun saat musim hiburan.


"Seperti Indramayu, Majalengka, Sumedang, Cimahi, itu kan sedang kalau bicara rata-rata," ucap dia. Lebih jauh, Herman meminta gara para pelaku usaha di sektor tersebut bisa memaklumi situasi pandemi seperti sekarang ini.

Liburan panjang pada Oktober lalu, ditengarai menjadi salah satu penyebab kasus corona di Indonesia melonjak. Sementara itu, grafik penyebaran virus corona di Indonesia juga masih belum menunjukkan tanda-tanda akan melandai.

"Kepada kawan-kawan, kita harus bisa memahami bahwa pemerintah pun tidak menginginkan hal seperti itu," lanjut Herman. "Tapi karena COVID-19 ini, belum ada titik puncak, belum turun dan landai, itu kita harus bisa memahami dengan sikap pemerintah itu."

Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan jika Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta ada pengurangan jumlah hari libur. Kendati demikian, masih belum diketahui secara pasti berapa hari yang akan dipangkas.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts