Gunung Ili Lewotolok Erupsi Disertai Sinar Api 20 Meter Dari Puncak Kawah
Nasional

Sebagai informasi, Gunung Ili Lewotolok di NTT telah mengalami erupsi pada Senin (30/11) lalu sekitar pukul 08.33 waktu setempat. Namun aktivitas vulkanik masih terjadi hingga Kamis (3/12) hari ini.

WowKeren - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Kamis (3/12) dini hari tadi. Berdasarkan pantauaun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berada di Pos Pengamatan Gunung api Ili Lewotolok, erupsi terjadi pada pukul 03.54 waktu setempat.

Terpantau tinggi kolom abu yang berwarna kelabu mencapai sekitar 200 meter dari atas puncak gunung, dengan intensitas tebal condong ke arah barat. "Erupsi disertai gemuruh lemah dan sinar api kurang lebih 20 meter di atas puncak kawah," ungkap Anselmus Bobyson Lamanepa dalam keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis hari ini.

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Lembata telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terkait erupsi Gunung Ili Lewotolok, mulai dari 29 November hingga 12 Desember 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata juga telah mencatat sebanyak 7.968 warga yang terpaksa mengungsi per 2 Desember 2020.

Para pengungsi tersebut tersebar di 19 titik pos penampungan dan rumah-rumah warga. Beberapa tempat yang dijadikan pos penampungan di antaranya adalah Kantor Bupati lama, SMPN I Nubatukan, aula Kantor Camat, Parak Walang, aula Kelurahan Lewoleba Tengah, aula Kopdit Ankara, hingga aula GMIT Maranatha.


Di sisi lain, BNPB sendiri juga terus memberikan pendampingan dan memonitor penanganan darurat di lokasi. Kepala BNPB Doni Monardo sebelumnya juga sudah melakukan kunjungan ke Kabupaten Lembata untuk memberikan arahan penanganan darurat erupsi Gunung Ili Lewotolok, terutama di masa pandemi virus corona (COVID-19).

Selain itu, BNPB juga telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan darurat. BNPB juga turut menyediakan lima unit tenda pengungsi, dua unit fleksibel tank, 2.000 paket family kits, 200 paket sandang, 500 paket perlengkapan bayi, 1.200 paket tambahan gizi, 1.200 tambahan lauk, 1.200 paket makanan siap saji, 200 lembar masker kain, 4.009 lembar matras, dan 5.500 lembar selimut.

Sebagai informasi, Gunung Ili Lewotolok telah mengalami erupsi pada Senin (30/11) lalu sekitar pukul 08.33 waktu setempat. Namun aktivitas vulkanik masih terjadi hingga Kamis hari ini.

Adapun status Gunung Ili Lewotolok kini berada di level III atau Siaga. PVMBG merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, termasuk pengunjung, pendaki atau wisatawan, agar tidak berada, tidak melakukan pendakian atau pun aktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak gunung.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait