Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga memuji peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing yang telah menjembatani otoritas Tiongkok dengan Indonesia.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Desember 2020 - 16:50 WIB
WowKeren - Tiongkok telah mengirimkan 1,2 juta dosis vaksin corona Sinovac yang tiba di Tanah Air pada Minggu (6/12) lalu. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi lantas mengungkapkan cerita diplomasinya dengan Tiongkok hingga akhirnya bisa mendapatkan vaksin tersebut.
Awalnya, pemerintah Indonesia membuka akses kerjasama dengan pembuat vaksin di Tiongkok seperti Sinovac dan Sinopharm pada Agustus 2020 lalu. "Di bulan Agustus 2020 bersama Menteri BUMN (Erick Thohir), saya ditugaskan untuk membuka akses kerja sama dengan beberapa pengembang vaksin termasuk Sinovac dan Sinopharm," ungkap Retno pada Senin (7/12).
Menurut Retno, Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan Tiongkok sebelum akhirnya vaksin corona Sinovac mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Retno sendiri berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi. "Di 1-2 minggu terakhir komunikasi dengan otoritas RRT (Republik Rakyat Tiongkok) sudah tidak dilakukan day by day, tetapi hour by hour," jelas Retno.
Lebih lanjut, Retno memuji peran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing yang telah menjembatani otoritas Tiongkok dan Sinovac dengan Indonesia. Adapun kerjasama ini dinuilai telah berjalan dengan baik, sedangkan pengadaan vaksin disebut sudah dilakukan dengan hati-hati.
"Izinkan saya atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan otoritas RRT yang telah memberikan kerja sama yang baik selama ini," terang Retno. "Dalam proses pengiriman vaksin Sinovac tersebut semua prosedur baik di Indonesia maupun di RRT dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai dengan peraturan yang berlaku."
Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah memastikan bahwa tenaga kesehatan akan mendapat vaksin gelombang pertama ini. Menurut Terawan, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan data sasaran per kabupaten/kota.
"Untuk vaksin kiriman pertama ini yang pertama akan mendapat sasaran adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, yang bekerja pada fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan," ungkap Terawan pada Senin (7/12). "Kementerian Kesehatan telah menyiapkan jumlah sasaran dan kebutuhan vaksin per kabupaten/kota yang selanjutnya data tersebut dimasukkan dalam sistem informasi PCPEN yang akan menyiapkan data sasaran by name by address."
Kemenkes juga memastikan bahwa distribusi vaksin akan dilakukan sesuai prosedur distribusi obat pada umumnya. Nantinya, vaksin corona akan didistribusikan ke gudang vaksin Dinas Kesehatan setiap provinsi demi menjaga kualitas.
(wk/Bert)