Jawa Tengah sendiri mengonfirmasi sampai 800 petugas KPPS yang positif COVID-19 menjelang hari H Pilkada yang digelar Rabu (9/12) esok. Berikut perkembangan terkininya.
- Elvariza Opita
- Senin, 07 Desember 2020 - 20:46 WIB
WowKeren - Indonesia akan menggelar Pilkada serentak pada Rabu (9/12) besok meski pandemi COVID-19 seolah tengah mengganas. Tak hanya menginfeksi sejumlah besar masyarakat awam, para petugas dan pengawas Pilkada pun ikut diserang oleh virus tersebut.
Hal ini tampak dari konfirmasi positif COVID-19 yang diterima 56 pengawas TPS di Surabaya. "Ada beberapa positif, sekitar 56 orang. Mereka sudah karantina dan dikasih obat oleh Pemkot," kata Ketua Bawaslu Surabaya, Muhammad Agil Akbar, dilansir Suara Surabaya pada Senin (7/12).
Diungkap Agil, kebanyakan dari mereka berstatus sebagai OTG dan saat ini dalam kondisi sehat. Oleh karena itulah Agil memastikan tak ada rencana untuk mengganti para pengawas yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 itu.
Bawaslu Kabupaten Bandung juga mengonfirmasi temuan serupa. Dikutip dari ihram.co.id, sebanyak 51 pengawas dikonfirmasi positif COVID-19 dan saat ini sedang melakukan isolasi mandiri.
Namun jumlah ini tak sebanding dengan petugas KPU yang dikonfirmasi positif COVID-19 dengan tes PCR. Tak main-main, dari 61.866 petugas di Kabupaten Bandung yang menjalani rapid test, sebanyak 1.517 di antaranya reaktif, dan setelah diperiksa lebih lanjut sebanyak 199 orang positif COVID-19.
Jumlah tidak kalah banyak juga dikonfirmasi di Jawa Tengah, dengan dominansi di daerah Wonosobo. "Data per 1 Desember ada 800-an itu positif tersebar di 44.077 TPS (di 21 kabupaten/kota," ungkap Komisioner Divisi SDM dan Litbang KPU Jateng, M Taufik, Sabtu (5/12).
"Paling banyak Wonosobo, 297 orang. Data tersebut hasil pemeriksaan dari 7 November sampai akhir November," imbuh Taufik, dikutip dari Kompas.
Rapid test juga digelar untuk petugas KPPS di Balikpapan, Kalimantan Timur. "20 orang dinyatakan positif terpapar virus," beber Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty.
Sementara itu seorang komisioner KPU juga ikut dipastikan positif terinfeksi virus Corona. Komisioner itu selama ini bekerja memantau kesiapan sistem aplikasi rekapitulasi suara.
Di sisi lain IDI sudah mengingatkan Indonesia berhadapan dengan 3 agenda yang berpotensi berujung "panen raya" kasus COVID-19, salah satunya Pilkada 2020. Karena itulah IDI mendorong pemerintah untuk mengevaluasi kembali seluruh keputusan tersebut.
(wk/elva)