Pengakuan Saksi Soal Bentrok Polisi-FPI di Tol Jakarta-Cikampek
Nasional

Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi pun mengaku mendengar suara seperti tabrakan. Saksi tersebut merupakan seorang pedagang di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM 50 berinisial S.

WowKeren - Bentrok antara aparat kepolisian dengan laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) menelan enam korban jiwa. Seorang saksi yang berada di sekitar lokasi pun mengaku mendengar suara seperti tabrakan.

Saksi tersebut merupakan seorang pedagang di rest area Tol Jakarta-Cikampek KM 50 berinisial S. Menurut S, pada Minggu (6/12) sekitar 24.00 WIB terdapat lima orang di warungnya.

"Jam 12 (malam), tapi jam 12 belum ada kejadian sih, enggak ada orang sih, cuma ada itu lima orang, enggak tahu siapa," tutur S dilansir detikcom pada Selasa (8/12). "Terus jam 12.30 (malam)-01.00 kejadiannya."

Kala peristiwa tersebut terjadi, S mengaku sedang berada di dapur. S lantas mendengar suara seperti tabrakan yang datang tak jauh dari exit rest area. Pedagang tersebut juga melihat polisi yang memegang senjara di lokasi tersebut.

"Itu kan saya di dapur, cuma ada kayak mobil apa kirain ini nabrak pembatas. Saya kan lari ke sana, apa sih, mobil terbalik?" jelas S. "Enggak tahu ada kejadian di depan. Saya lihat ke sana, iya ada polisi lagi pegang senjata itu. Orang-orang kan enggak boleh ke sana."


S mengaku kala itu dilarang polisi untuk mendekat ke lokasi. Sejumlah polisi juga disebutnya bolak-balik ke lokasi dari rest area.

"Terus dengar kan nggak boleh ke sana. Kejadiannya kan di situ. Polisi bolak-balik di sana, mobilnya balik arah. Saya juga heran," terang S. "Iya (bolak-balik) di dalam rest area ini. Kalau mobil mah dari sini kirain tabrakan. Saya juga lagi di dapur, terus ada polisi di sini (rest area)."

Selain itu, S juga mengaku melihat ada dua orang berseragam polisi yang membawa senjata. "Kalau saya lihat yang pegang senjata ada dua orang. Saya lihat ada petugas pakai baju polisi ada jalan ke sana dua orang, bukan yang bilang enggak boleh masuk ke sana tadi," ujar S.

Meski demikian, S mengaku tidak mendengar suara tembakan. Menurut S, kendaraan yang ada saat itu juga tidak boleh melintas ke dekat lokasi dan diminta putar balik.

"Saya tembakannya enggak dengar, cuma dengar mobil aja bannya kempis kayak nabrak gitu. Kan kaget semua orang di sini," pungkas S. "Iya, dikosongin, enggak boleh ada mobil masuk ke sana, pokoknya yang ada di sini putar arah semua."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait