Video ceramah Habib Rizieq Shihab yang menyebut dirinya kembali ditembak sniper kembali menjadi viral imbas bentrokan antara pendukungnya dengan kepolisian. Begini isinya.
- Ruth Meliana
- Rabu, 09 Desember 2020 - 10:24 WIB
WowKeren - Bentrokan antara pendukung Habib Rizieq Shihab dengan kepolisian pada Senin (7/12) lalu telah menjadi sorotan masyarakat Indonesia. Setidaknya 6 pendukung imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu tewas ditembak oleh kepolisian.
Kasus tersebut rupanya memunculkan kembali sebuah video yang berisi ceramah Habib Rizieq. Video ini menjadi viral setelah Rizieq menyebut jika dirinya kebal dari tembakan sniper karena memiliki gelar habib.
Dilansir dari Suara, video yang beredar luas di media sosial itu memiliki durasi 45 detik. Dalam potongan video itu, terlihat bagaimana sosok Rizieq bersemangat melakukan ceramah terkait kekebalannya menghadang peluru penembak jitu.
”Kalo ditembakin belum tentu semuanya meletus. Jangan-jangan meletus di tangan. Kenapa musti takut?” kata Habib Rizieq di video tersebut seperti dilansir dari Suara, Selasa (9/12). “Woh engga Habib, pistolnya bagus, meletus semua. Kalo meletus semua, belum tentu kena semua saudara. Betul? Apa tiap tembakan pasti kena kita? Belum tentu.”
”Api ini penembak jitu Habib, pasti kena. Eh kalau kena, belum tentu mempan saudara. Betul? Betul?” sambungnya. “Ada yang ngomong anak muda, ‘Habib, kalo gitu ajarin ilmu kebal dong’. Saya jawab, lu kalau kebal, syahidnya kapan, gobl*k?”
Setelah ditelusuri, potongan video itu merupakan ceramah Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta. Ceramah itu dilakukan sekitar 4 tahun lalu, sebelum Habib Rizieq pergi ke Mekkah, Arab Saudi begitu tersandung kasus hukum di Indonesia.
Sebelumnya, peristiwa penembakan bermula saat anggota polisi tengah melakukan penyelidikan terkait rencana pemeriksaan Habib Rizieq atas kasus kerumunan massa beberapa waktu lalu. Namun, upaya pemeriksaan polisi itu mendapat hadangan dari beberapa pengikut imam besar FPI itu di jalan.
Tak sampai disitu, kendaraan polisi juga ikut dihadang dan dipepet saat tengah mengikuti kendaraan yang diduga pengikut HRS. Polisi bahkan diserang menggunakan senjata api dan tajam oleh sejumlah pengikut.
Situasi tersebut membuat pihak kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada kelompok yang menyerang aparat keamanan. Polisi berhasil melumpuhkan 10 orang yang diduga pengikut Habib Rizieq, dimana 6 orang diantaranya meninggal dunia.
(wk/lian)