Diketahui, Pilkada Medan 2020 yang akan memilih pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota diikuti oleh paslon Bobby Nasution-Aulia Rachman dan paslon Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Desember 2020 - 11:04 WIB
WowKeren - Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berlangsung pada Rabu (9/12) hari ini. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun memantau langsung pelaksanaan Pilkada Medan 2020 yang akan memilih pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Menurut Kepala Seksi Evaluasi Kinerja Daerah Wilayah II Sekjen Kemendagri, William, tugas pertama Kementeriannya adalah sebagai tim pemantau, khususnya Pilkada di Kota Medan. William pun menjelaskan mengapa Kemendagri memantau langsung Pilkada Medan 2020.
"Kenapa kami fokuskan pemilihan di Kota Medan, karena Pilkada kali ini terdapat paslon merupakan anak menantu dari Presiden," tutur William pada Selasa (8/12). "Sehingga kita diberikan amanat, bahwa harus ada orang Kemendagri ikut memantau pemilihan tersebut."
Sebagai informasi, Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution merupakan menantu Presiden Joko Widodo. Bobby dan Aulia Rachman berhadapan dengan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi di Pilkada Medan 2020.
Lebih lanjut, William juga menjelaskan bahwa alasan keduanya adalah tingkat partisipasi pemilih di Pilkada Medan yang perlu ditingkatkan. William menyebut bahwa Kemendagri berharap partisipasi pemilih di Pilkada 2020 dapat mencapai 77,5 persen dan sesuai yang ditargetkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dengan demikian, paslon terpilih akan memiliki derajat legitimasi yang tinggi.
"Jadi dampaknya pada saat penyelenggaraan pemerintahan, paslon terpilih akan membentuk sistem pemerintahan, baik dari segi birokratnya, pelayanannya maupun perencanaan pembangunan," jelas William. "Itu yang kita harapkan dari Kota Medan, supaya pembangunan lebih baik lagi, stabil, dan lancar."
Sebagai informasi, KPU Kota Medan telah menetapkan sebanyak 1.601.001 orang dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Pilkada 2020. Jumlah tersebut terdiri dari 781.953 pemilih laki-laki dan 819.048 pemilih perempuan. Para pemilih tersebut tersebar di 4.303 tempat pemungutan suara (TPS).
Di sisi lain, Pilkada 2020 terpaksa digelar di tengah masa pandemi virus corona (COVID-19). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 telah mengungkapkan daftar 15 daerah yang rawan penyebaran virus corona.
Adapun penyelenggaraan Pilkada Serentak hari ini digelar di 270 wilayah Indonesia. Pilkada ini sekaligus jadi yang terbesar sepanjang sejarah kepemiluan Indonesia karena terjadi serempak di 32 provinsi Tanah Air.
(wk/Bert)