Keenam jenazah telah tiba di Petamburan secara bergantian pada Selasa (8/12) malam tadi. Keenam jenazah tersebut lantas dimandikan, dikafani dan disalatkan di Petamburan.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 09 Desember 2020 - 13:58 WIB
WowKeren - Sebanyak enam orang anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dilaporkan tewas tertembak dalam bentrokan dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) lalu. Menurut Wakil Sekretaris Umum FPI, Aziz Yanuar, lima jenazah di antaranya telah dimakamkan di kompleks Markaz Syariah Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (9/12) pagi ini.
Sementara itu, satu jenazah lainnya dimakamkan di Jakarta. "Sudah dimakamkan lima jenazah di Megamendung. Jenazah Luthfil Hakim di Jakarta," tutur Aziz dilansir CNN Indonesia.
Adapun lima jenazah yang dimakamkan di Megamendung adalah Andi Oktiawan, Faiz Ahmad Syukur, Ahmad Sofiyan alias Ambon, Muhammad Suci Khadavi dan Reza. Sedangkan jenazah Luthfil Hakim dikebumikan di Cengkareng, Jakarta Barat.
Sebelumnya, keenam jenazah tersebut sempat berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Polisi mengaku melakukan serangkaian pemeriksaan forensik terhadap jenazah korban.
Adapun seluruh jenazah tiba di Petamburan secara bergantian pada Selasa (8/12) malam. Yang pertama tiba di Petamburan adalah jenazah Andi Oktiawan. Hampir setengah jam usai ambulans yang mengangkut jenazah pertama datang, ambulans kedua pun menyusul.
Setelah itu, ambulans ketiga, keempat, kelima, hingga keenam menyusul dengan jeda kedatangan masing-masing sekitar 20 menit. Keenam jenazah tersebut lantas dimandikan, dikafani dan disalatkan di Petamburan.
Di sisi lain, terdapat perbedaan cerita antara FPI dengan polisi terkait insiden bentrokan ini. FPI dalam pernyataannya terus mengklaim tak membekali laskar pengawal Habib Rizieq dengan senjata api. Namun, pernyataan tersebut dibantah dengan tegas oleh kepolisian. Bahkan penyidik memiliki bukti kepemilikan senjata api oleh pengawal Rizieq.
"Saya pertegas di sini bahwa penyidik sudah mengumpulkan bahwa ditemukan bukti yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12). "Bahwa senpi itu pemiliknya adalah pelaku yang melakukan penyerangan."
Salah satu bukti yang ditemukan petugas, imbuh Yusri, adalah berupa senjata api yang teridentifikasi memakai peluru kaliber 9 mm. Senjata api itu disebut Yusri dipakai oleh pelaku dari kelompok FPI yang menyerang polisi.
Namun untuk memastikannya, polisi pun tengah melakukan uji balistik. Nanti bila hasil yang dibutuhkan sudah keluar, Yusri menjanjikan akan disampaikan ke publik.
(wk/Bert)