Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Alex Azar, menyebut bahwa program vaksinasi corona massal akan dimulai pada Senin atau Selasa pekan depan.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 12 Desember 2020 - 15:29 WIB
WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) buatan Pfizer-BioNTech resmi mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) pada Jumat (11/12). FDA memutuskan untuk menerbitkan EUA bagi vaksin corona Pfizer usai melakukan penelitian pada hasil uji klinis.
"Vaksin Pfizer-BioNTech digunakan untuk imunisasi aktif guna mencegah COVID-19 yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pada orang-orang berusia 16 tahun ke atas," tulis keterangan resmi FDA, dikutip pada Sabtu (12/12). "Vaksin mengandung RNA pembawa pesan yang dimodifikasi nukleosida (modRNA) pengkodean glikoprotein lonjakan virus (S) SARS-CoV-2 yang diformulasikan dalam partikel lipid."
Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, Alex Azar, menyebut bahwa program vaksinasi massal akan dimulai pada Senin atau Selasa pekan depan. Sebanyak tiga juta dosis vaksin Pfizer akan disebarkan ke berbagai negara bagian, dengan tiga juta dosis lainnya disimpan untuk penyuntikan kedua.
"Hari ini negara kita telah mencapai keajaiman medis," ujar Presiden AS Donald Trump dilansir BBC. "Kami telah menemukan vaksin yang aman dan efektif hanya dalam waktu sembilan bulan."
Sebelumnya, FDA sempat mendapat tekanan dari pemerintahan Trump untuk segera menerbitkan izin penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech. Kepala FDA Stephen Hahn bahkan diancam akan dicopot jika tidak segera memberi persetujuan pada akhir pekan ini.
FDA pun menemukan bahwa vaksin corona ini aman dan 90 persen efektif pada kelompok populasi yang berbeda secara usia, ras, dan pada kelompok masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Vaksin Pfizer sendiri membutuhkan dua kali penyuntikkan untuk satu orang agar bisa efektif bekerja.
Sebelum AS, vaksin Pfizer telah mendapat izin penggunaan di sejumlah negara lain seperti Inggris, Kanada, Bahrain, Meksiko, dan Arab Saudi. AS dilaporkan akan melakukan vaksinasi tahap pertama terhadap para pekerja medis dan lansia.
Di sisi lain, FDA diperkirakan juga akan turut menerbitkan EUA bagi vaksin corona buatan Moderna pada bulan ini. Apabila izin tersebut diterbitkan, maka AS akan memvaksinasi 20 juta orang hingga akhir Desember, 30 juta orang pada Januari 2021, dan 50 juta orang pada Februari.
(wk/Bert)