Terungkap, Ini Alasan Polisi Tembak Mati Anggota Laskar FPI
Nasional

Dalam rekonstruksi kejadian penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang digelar hingga Senin (14/12) dini hari kemarin, polisi membeberkan alasan mengapa pihaknya menembak mati anggota laskar tersebut.

WowKeren - Polisi telah menggelar rekonstruksi kejadian penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) secara terbuka pada Minggu (13/12) malam hingga Senin (14/12) dini hari. Dalam kesempatan itu, polri membeberkan detik-detik penembakan mati empat orang Laskar Pembela Islam (LPI) yang diduga mencoba merebut senjata api milik aparat usai di tangkap di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan menuturkan bahwa kala itu polisi yang menangkap diserang oleh empat Laskar dalam mobil sehingga harus mengambil tindakan tegas dengan menembak mati para korban. Dalam hal ini, terdapat 7 orang dalam mobil yang digunakan oleh polisi itu. Empat orang Laskar, dan tiga lainnya petugas.

"Kenapa dilakukan penindakan tegas dan terukur, karena yang bersangkutan ingin merebut senjata milik petugas," kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/12). Ia menerangkan jika hal tersebut berpotensi membahayakan petugas.

Sehingga, polisi harus melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak mati 4 orang itu. Ramadhan merinci, 3 orang Laskar duduk di kursi belakang. Sementara, 1 laskar lainnya berada di kursi depan.


Namun demikian, Ramadhan enggan membeberkan lebih lanjut terkait insiden penembakan itu lantaran sudah masuk dalam materi penyidikan. Menurutnya, hasil rekonstruksi itu sudah berdasarkan keterangan dan petunjuk yang didapat para penyidik selama ini. "Tentu keterangan anggota sendiri dan ada petunjuk dari bukti-bukti yang ada," pungkasnya.

Terpisah, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian menjelaskan bahwa saat kejadian para tersangka dalam kondisi tidak diborgol oleh petugas. Pasalnya, tim yang diturunkan ke lapangan itu bukanlah mereka yang ditugaskan untuk melakukan penangkapan. "Tim surveillance untuk mengamati," katanya.

Ia menjelaskan jika empat Laskar itu sempat mencekik petugas yang berada di depan. Sementara, orang yang berada di sampingnya mencoba untuk merebut senjata. "Terus dalam kondisi begitu kan ga mungkin lagi kan pakai omongan-omongan kan," paparnya.

Sementara itu, polisi disebut-sebut tak melibatkan FPI terkait rekonstruksi tersebut. Hal ini dikarenakan polisi menganggap pihak FPI tak memiliki kapasitas menjelaskan insiden bentrok di Tol Jakarta-Cikampek tersebut.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait