Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui ada celah antara lulusan SMK dengan kebutuhan industri saat ini. Untuk menutup celah tersebut, Ganjar memanfaatkan para investor yang merelokasi pabrik ke Jateng.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 15 Desember 2020 - 16:16 WIB
WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng fokus memikirkan penyerapan lulusan SMK di dunia usaha. Namun Ganjar sendiri mengakui ada celah antara lulusan SMK dengan kebutuhan industri saat ini.
"Jadi dari sisi industri melihat mereka itu enggak kompeten. Dari sisi SMK merasa 'oh saya sudah belajar ngos-ngosan tapi enggak pernah diterima'," ungkap Ganjar dalam webinar yang disiarkan CNBC Indonesia, Selasa (15/12). "Jangan-jangan kurikulumnya terlalu jadul, jangan-jangan industri juga menginginkan bahwa mereka yang lulus sudah bisa bekerja, sudah kenal dengan mesinnya dan proses kerjanya."
Oleh sebab itu, Ganjar berinisiatif untuk menutup celah tersebut, salah satunya dengan "menawarkan" para lulusan SMK kepada para investor yang merelokasi pabrik ke Jateng. Ganjar juga menawarkan agar investor tersebut ikut membuat kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan perusahaannya. Harapannya, sudah ada tenaga kerja yang cocok dengan kebutuhan perusahaan saat pabrik tersebut selesai dibangun dan beroperasi.
"Kami coba komunikasi dengan investor. Dari Amerika Serikat, mereka relokasi ke Jateng. Saya menanyakan mulai rekrut karyawan kapan? Spek-nya?" jelas Ganjar. "Kita punya banyak anak SMK dan mereka antusias. Anda saya izinkan untuk membuat kurikulum untuk fit dengan kebutuhan saat pabrik berdiri."
Namun demikian, Ganjar mengakui bahwa apa yang dilakukannya tersebut sedikit kurang ajar. Pasalnya, hal tersebut mendahului kewenangan pemerintah pusat, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
"Ini sebenarnya saya agak kurang ajar sedikit, mohon maaf. Karena apa kita harus menerobos dulu, dan saya senang sekali pak Dirjen bilang harus diubah mindset- nya, regulasinya cepat," papar Ganjar. "Maka dengan kewenangan yang kami miliki, kami sudah komunikasi dengan pusat juga, agar kita melakukan fitting, bagian kurikulumnya bisa selesai."
Ganjar juga mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan di Kawasan Industri Kendal telah diajak untuk menjalin komitmen dengan Pemprov Jateng. "Saya bilang saya punya anak SMK. Kalau Anda belum mau merekrut hari ini saya tidak apa-apa, tapi izinkan anak-anak saya belajar ini magang di tempat Anda," pungkas Ganjar.
(wk/Bert)