Satgas COVID-19 mengungkap nilai positivity rate di Indonesia sudah hampir 4 kali standar WHO. Selain itu jumlah zona merahnya juga melonjak tajam sampai 64 kabupaten/kota.
- Elvariza Opita
- Rabu, 16 Desember 2020 - 08:16 WIB
WowKeren - Perkembangan wabah COVID-19 di Indonesia seolah makin tak terkendali. Kali ini Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyoroti dari segi positvity rate atau tingkat kepositifan dan jumlah zona merah di Indonesia.
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, mengungkap positivity rate di Indonesia mencapai 18,1 persen. Sebagai informasi, positivity rate menunjukkan rasio tes dan pasien positif yang ditemukan.
Yang kemudian menjadi sorotan, angka 18,1 persen berarti jauh melampaui ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara di sisi lain positivity rate itu meningkat dari sebelumnya di level 13,81 persen.
"Per 13 Desember 2020, tren positivity rate nasional berada pada angka 18,1 persen dari sebelumnya 13,81 persen. Angka ini sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari standar yang ditentukan WHO yaitu di bawah 5 persen," jelas Wiku dalam konferensi persnya, Selasa (15/12).
"Hal ini sangat berbahaya," imbuh Wiku, dilansir dari Tempo, Rabu (16/12). "Positivity rate yang tinggi hanya dapat ditekan melalui kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan."
Kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan juga penting dilakukan mengingat zona merah COVID-19 juga sangat tinggi. Wiku mengungkap jumlah daerah berstatus zona merah alias risiko tinggi penularan COVID-19 di Indonesia meningkat dari 47 menjadi 64 kabupaten/kota pada pekan ini.
"Ini tentunya harus disikapi secara serius," tegas Wiku. "Ingat, zona risiko sedang (oranye) bukan zona aman, sedikit lengah maka kabupaten/kota dapat berpindah ke zona yang lebih tinggi dan lebih berbahaya."
Melansir dari Republika, pekan ini peta zonasi risiko COVID-19 masih didominasi pulasan warna oranye. Total zona oranye pun meningkat dari 371 menjadi 380 kabupaten/kota.
Zona kuning alias zona risiko rendahnya mengalami penurunan dari 84 menjadi 59 kabupaten/kota. Zona hijau tanpa kasus baru meningkat menjadi 7 kabupaten/kota, sementara zona hijau tak terdampak menurun menjadi 4 kabupaten/kota.
Karena itulah, Wiku kembali mendorong pemerintah untuk terus aktif melakukan 3T. "Dan penegakan disiplin protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat agar lebih digencarkan. Agar masyarakat menjadi disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan," pungkasnya.
(wk/elva)