Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memperingatkan rumah sakit untuk tidak terburu-buru melakukan promosi seputar vaksinasi virus corona sekarang ini. Ternyata ini alasannya.
- Ruth Meliana
- Rabu, 16 Desember 2020 - 10:57 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan program hingga mekanisme vaksinasi bagi masyarakat Tanah Air. Meski perbincangan mengenai vaksin begitu ramai, namun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memperingatkan rumah sakit untuk tidak melakukan segala bentuk promosi vaksin virus corona saat ini.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan rumah sakit harus menunggu dulu arahan dan keputusan pemerintah terkait program vaksinasi virus corona. Karena itu, Wiku meminta setiap rumah sakit untuk tidak melakukan kegiatan promosi vaksin COVID-19 dan mau menunggu aturan teknis dari pemerintah.
"Jangan melakukan promosi atau kegiatan serupa terkait program vaksinasi sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di masyarakat," kata Wiku dikutip dari kanal Youtube BNPB, Rabu (16/12).
Dalam kesempatan ini, Wiku menyampaikan jika pemerintah akan menjamin seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan vaksin. Adapun vaksin yang disiapkan rencananya diberikan melalui skema subsidi dan skema mandiri.
Nantinya, informasi terkait detail pelaksanaan vaksinasi akan segera diumumkan karena saat ini masih dalam pembahasan. "Hal ini, akan diinformasikan setelah nantinya adanya keputusan resmi dari pemerintah," jelas Wiku.
Wiku juga turut membahas anggaran yang disiapkan untuk pengadaan vaksinasi ini. Ia menegaskan sejauh ini tidak ada kendala mengenai anggaran vaksin. Menurutnya, tujuan vaksinasi ini adalah untuk memberikan herd immunity atau kekebalan kelompok.
Lebih lanjut Wiku menjelaskan fokus pemerintah saat ini adalah mencegah terjadinya lonjakan kasus virus corona pasca libur akhir tahun 2020. Hal ini dapat dilakukan dengan menunda perjalanan, dan langkah antisipasi yang utama adalah menegakkan protokol kesehatan.
Demi mengantisipasi lonjakan kasus, pemerintah telah meningkatkan kapasitas tempat tidur yang berada di rumah sakit. Saat ini ada 921 rumah sakit rujukan COVID-19 di seluruh Indonesia. Dengan total tempat tidur mencapai 42.091 tempat tidur.
(wk/lian)