Polisi Klaim Senjata Diduga Milik Laskar FPI Adalah Senpi Non-Pabrikan
Nasional

Diketahui, enam laskar FPI tewas tertembak usai terlibat bentrok dengan polisi pada 7 Desember 2020 lalu. Bareskrim Polri sendiri telah menerima hasil autopsi keenam jenazah tersebut.

WowKeren - Bareskrim Polri menyatakan bahwa senjata api (senpi) yang diduga milik laskar Front Pembela Islam (FPI) yang terlibat bentrok di Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu merupakan jenis rakitan. Menurut Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi, pihaknya telah selesai melakukan uji balistik terhadap kedua senpi tersebut. Namun Andi menyebut bahwa asal-usul senpi yang diduga milik laskar FPI itu tidak jelas.

"Penyidik lebih fokus pada fakta penggunaannya. Kalau asal-usulnya tidak jelas, karena hasil pemeriksaan ahli balistik menyatakan dua pucuk senpi yang telah digunakan laskar FPI adalah senjata non- pabrikan (rakitan)," jelas Andi dilansir detikcom pada Senin (21/12). "Kalau ahli balistik menyebutnya senjata non-pabrikan."

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa senpi yang disita usai bentrokan di Tol Jakarta-Cikampek adalah milik anggota FPI yang menyerang aparat kepolisian. Namun demikian, FPI telah membantah jika anggotanya memiliki senpi.

"Saya pertegas di sini bahwa penyidik sudah mengumpulkan bukti yang ada," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, dilansir Antara, Selasa (8/12). "Bukti kepemilikan senjata sudah jelas, bahwa si pelaku ini memiliki senjata itu."


Diketahui, enam laskar FPI tewas tertembak usai bentrok dengan polisi pada 7 Desember 2020 lalu. Bareskrim Polri sendiri telah menerima hasil autopsi keenam jenazah tersebut, ditemukan ada 18 bekas luka tembakan pada seluruh jenazah.

Menurut Andi, hasil autopsi tersebut sudah diterima tim penyidik pekan lalu. Andi menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada jenazah.

"Iya, murni luka tembak saja. Tidak ada luka lain. Bukan saya yang bilang, menurut ahli hasil autopsinya luka tembak 18, tidak ada luka lain. Yang menyatakan dokter forensik," tutur Andi pada Jumat (18/12) lalu. "Sudah sejak minggu lalu (hasil autopsi). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh seluruh jenazah."

Namun demikian, Andi tidak merinci dimana saja posisi luka tembak pada keenam jenazah tersebut. "Itu materi penyidikan, saya sampaikan yang umum saja biar publik tahu, ya," kata Andi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait