Tagar #TangkapAnakPakLurah yang masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia diduga merujuk pada putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.
- Bertilia Puteri
- Senin, 21 Desember 2020 - 14:53 WIB
WowKeren - Tagar #TangkapAnakPakLurah masuk jajaran trending topic Twitter Indonesia sejak Senin (21/12) pagi. Hingga Senin siang, sudah ada lebih dari 60 ribu cuitan yang menggunakan tagar tersebut. Adapun tagar tersebut diduga merujuk pada putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming.
Diketahui, nama Gibran disebut dalam hasil investigasi Majalah Tempo soal kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) COVID-19. Dalam laporan itu, Gibran disebut merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex untuk menggarap proyek pembuatan tas kain (goodie bag) untuk penyaluran bansos Kementerian Sosial (Kemensos).
Gibran pun angkat bicara menanggapi tagar tersebut. Calon Wali Kota Solo tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam kasus yang menyeret eks Mensos Juliari Batubara sebagai tersangka tersebut.
"Tangkap saja kalau salah. Tangkap saja kalau ada buktinya," tegas Gibran pada Senin (21/12). "Tapi saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah Ikut-ikut."
Selain itu, Gibran juga menantang pihak-pihak yang menuduhnya terlibat dalam dugaan korupsi bansos tersebut untuk memberikan pembuktian. Politisi PDIP tersebut kembali menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah ikut campur dalam pengadaan tas kain bansos Kemensos.
"Kalau ada buktinya, sini. Dibuktikan. Enggak ada yang seperti itu. Itu berita-berita yang tidak benar, tidak ada buktinya," ujar Gibran. "Sumbernya juga saya enggak tahu sumbernya dari mana."
Gibran mengaku tidak takut dan menyatakan bahwa media yang menyebut dirinya merekomendasikan PT Sritex kepada Kemensos telah menyebarkan berita bohong. Ia menegaskan bahwa hal tersebut dapat dicek langsung ke PT Sritex dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Terus terang saya merasa dirugikan. Enak saja membuat berita bohong seperti itu. Dibuktikan saja. Saya juga tidak takut," tegas Gibran. "Di-crosscheck saja ke KPK. Crosscheck ke Sritex. Kayaknya pihak Sritex juga sudah mengeluarkan statement. Itu berita-berita yang tidak benar dan tidak bisa dibuktikan."
(wk/Bert)